UNAIR NEWS – (UNAIR) adakan rangkaian acara untuk menyemarakkan HUT yang ke-69. Beberapa acara itu di antaranya adalah webinar, bakti sosial berupa donor darah, serta meet and greet antara manajemen perpustakaan dengan pemustaka. Kali ini, Senin (29/4/2024), salah satu acara yang digelar adalah bakti sosial donor darah. Acara itu berlangsung di Ruang Wiyata, Gedung Perpustakaan, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Terbuka untuk Umum
Humas Perpustakaan UNAIR, Shiefti Dyah Alyusi, SIIP menuturkan, bakti sosial berupa donor darah ini merupakan kegiatan terbuka untuk umum yang terlaksana rutin setiap tahun. Terkait hal ini, Perpustakaan UNAIR menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya untuk bekerja sama.
Sebelum mengikuti proses donor darah, peserta yang hadir harus melakukan registrasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika hasil pemeriksaan tersebut sesuai, maka peserta bisa mengikuti donor darah. Selain pemeriksaan kesehatan, pihak Perpustakaan UNAIR juga telah menyediakan konsumsi bagi para pendonor darah sebagai pemulihan pascadonor.
淜egiatan itu terbuka untuk umum, sehingga ramai dihadiri oleh para mahasiswa UNAIR juga masyarakat umum. Aksi donor darah ini memang kita batasi terkait kuotanya, karena kita hanya membuka sebanyak 75 pendonor darah, jelas Shiefti.
Tujuan aksi donor darah ini, kata Shiefti, adalah untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, donor darah ini juga bertujuan untuk menyehatkan tubuh, membantu meningkatkan sel darah merah, serta mampu membantu deteksi awal penyakit.
Harapan
Shiefti berharap, bakti sosial donor darah dalam rangka HUT Perpustakaan UNAIR bisa menjadi ajang untuk saling peduli antarsesama. Selain itu, ia juga berharap secara umum Perpustakaan UNAIR dapat menjadi research partner bagi mahasiswa UNAIR maupun masyarakat umum. Sebab, kata dia, tugas perpustakaan bukan hanya berkaitan dengan penyediaan buku, melainkan juga sebagai tempat dan teman dalam meneliti, mencari sumber, serta berdiskusi.
淪aya berharap setelah peringatan Dies Natalis ini, ke depannya kita dapat menjadi research partner. Kami menyadari, tugas kami bukan hanya menata buku, menjaga buku, melainkan juga sebagai teman dalam meneliti, ikut membantu mencari sumber-sumber dalam implementasi, serta berdiskusi bagi siapa pun, pungkasnya.
Penulis: Annisa Nabila
Editor: Yulia Rohmawati





