51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Aksi Mahasiswa BBK 7 Bantengan Bersihkan Sampah, Dukung SDGs 11

UNAIR NEWS “ Masalah tumpukan sampah liar di lahan kosong sering kali menjadi persoalan menahun yang sulit terurai. Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN BBK (Belajar Bersama Komunitas) 7 51¶¯Âþ mengambil langkah nyata melalui program kerja unggulan bertajuk BERSINAR (Bersihkan Lahan Tercemar). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat pagi (23/01/2026), dengan memfokuskan aksi di Area Puntuk, Desa Bantengan, yang selama ini terganggu oleh tumpukan sampah akibat kebiasaan pembuangan sampah sembarangan.

Aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, jajaran perangkat desa, hingga pengepul sampah lokal. Kehadiran pengepul menjadi kunci penting agar sampah yang terkumpul tidak sekadar berpindah tempat, melainkan dipilah berdasarkan nilai ekonominya untuk didaur ulang. Dengan semangat gotong royong, tumpukan plastik, limbah rumah tangga, hingga limbah sisa lainnya yang menutupi lahan tersebut perlahan dibersihkan, mengembalikan wajah asli Area Puntuk yang lebih asri.

Secara filosofis dan tujuan pembangunan, program BERSINAR merupakan manifestasi dukungan mahasiswa terhadap Sustainable Development Goals (SDG) 11, yaitu mewujudkan kota dan pemukiman yang berkelanjutan. Pembersihan lahan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan upaya menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat Desa Bantengan. Dengan hilangnya tumpukan sampah, risiko penyebaran penyakit dan polusi bau yang selama ini mengganggu kenyamanan warga dapat diminimalisir secara signifikan.

Aksi mahasiswa BBK 7 Bantengan bersama perangkat desa saat sedang memungut sampah (Foto: Dok. Tim BBK 7)

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa setempat. Bapak Hartanto, selaku kepala desa yang hadir di lokasi, menyatakan bahwa inisiatif mahasiswa ini menjadi pengingat penting bagi warga akan kelestarian lingkungan.

Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN Unair. Area Puntuk yang tadinya kumuh dan dipenuhi sampah kini tampak jauh lebih bersih. Program BERSINAR ini menjadi pemantik bagi kami dan warga untuk lebih peduli lagi. Kami berharap setelah lahan ini bersih, kesadaran masyarakat meningkat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan agar lingkungan kita tetap sehat untuk generasi mendatang,” ungkap beliau dengan penuh harap.

Melalui keberhasilan program BERSINAR, KKN BBK 7 Unair berharap dapat meninggalkan jejak positif bagi ekosistem Desa Bantengan. Kini, lahan kosong di Area Puntuk telah tampak lebih bersih, menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat mampu menjawab tantangan lingkungan di tingkat desa.

AKSES CEPAT