Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium yang dikategorikan sebagai penyakit paling mematikan di dunia. Artemisinin dan turunannya masih merupakan obat yang direkomendasikan untuk terapi malaria, namun terdapat indikasi bahwa parasit Plasmodium resisten terhadap obat ini.
Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang polisakarida dari mikroalga yang diharapkan berpotensi sebagai senyawa bioaktif antimalaria. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas polisakarida tiga macam mikroalga sebagai antimalaria secara in vitro. Berikut adalah abastrak dari hasil penelitian ini:
Penulis: Lucia Tri Suwanti
Artikel berjudul: The Activity of Mixed Microalgae Polysaccharides from Indonesia as Anti-Malaria in Vitro dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 14(2):396-403 dan dapat diunduh di: https://e-journal.unair.ac.id/JIPK/article/view/34766/22310
Cara mensitasi: Pujiyanto, M., Afililla, Z., Maslachah, L., Widiyatno, T. V., Koerniawan, M. D., Suyono, E. A., Budiman, A., Siregar, U. J., & Suwanti, L. T. (2022). The Activity of Mixed Microalgae Polysaccharides from Indonesia as Anti-Malaria in Vitro. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 14(2):396-403. http://doi.org/10.20473/jipk.v14i2.34766





