UNAIR NEWS – Akuakultur atau budidaya perikanan merupakan salah satu ujung tombak ketahanan pangan di Indonesia. Akuakultur telah menghasilkan berbagai komoditas perikanan ekspor yang menjanjikan seperti udang, kerapu, dll. Kualitas terbaik akan meningkatkan harga jual. Kebutuhan produk pangan hewani juga terus meningkat dan semakin mudah terserap pasar. Pemerintah juga terus mendorong swasembada pangan salah satunya adalah melalui akuakultur.
Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 51动漫 (UNAIR) menghadirkan Program Studi Akuakultur yang dekat dengan industri eksportir. Perjalanan panjang sejak hadir pada tahun 2014 telah menghasilkan alumni yang unggul dan tersebar diseluruh penjuru Indonesia. Mulai dari praktisi perikanan, birokrat kementerian, dan akademisi.
Koneksi Industri Udang Skala Internasional
KPS Akuakultur FIKKIA, Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si. mengatakan lokasi kampus yang dekat dengan sentra produksi udang terbesar nasional. Komoditas udang sendiri memiliki sirkulasi ekonomi mencapai triliunan rupiah. Banyak perusahaan besar pengekspor udang yang memiliki usaha dari hulu ke hilir. Mulai dari pembenihan, hatchery, tambak, pembuatan pakan, hingga cool storage. Dengan koneksi yang lebih dekat dengan industri akan memudahkan mahasiswa mendapatkan informasi dan kemampuan untuk bekerja.
淏anyak mahasiswa luar daerah yang mengambil akuakultur FIKKIA UNAIR dan akhirnya menetap karena berhasil masuk perusahaan internasional di Banyuwangi, katanya.

Sustainable Aquaculture
Program Studi Akuakultur FIKKIA tidak hanya memberikan pengalaman mahasiswa umtuk lebih dekat mempelajari udang saja. Akuakultur menghadirkan pembelajaran budidaya perikanan secara luas, mendalam, dan menyenangkan. Praktik lapangan berbasis industri dan ekologi alam terselenggara rutin tiap tahun. Mahasiswa dapat mengetahui produksi perikanan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga alam.
淪elain bekerjasama dengan industri dan lembaga pemerintahan sekitar Banyuwangi hingga Bali saja. Tiap tahun kami juga melakukan praktikum lapangan seperti di Pulau Tabuhan, Pulau Merah, dan sekitarnya, jelasnya.
Kolaborasi Praktisi Global
Program Studi Akuakultur FIKKIA juga telah mendapatkan akreditasi unggul dari BAN-PT. Komitmen meningkatkan kolaborasi global terus terwujud melalui berbagai program. Mulai dari kuliah tamu internasional, kolaborasi penulisan jurnal, dan penelitan. Terbaru, terdapat mahasiswa Akuakultur FIKKIA yang melaksanakan student outbond di Universiti Putera Malaysia. Tak hanya itu, beberapa akademisi juga secara rutin melakukan kegiatan konferensi internasional.
淧eluang mahasiswa diterima di Akuakultur masih terbuka sangat lebar. Jangan ragu dengan kualitas dan hasil lulusan yang telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia, ungkapnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Ragil Kukuh Imanto





