UNAIR NEWS – Kebakaran hutan yang hampir setiap tahun melanda wilayah Kalimantan, memerlukan perhatian yang serius. Selain upaya pencegahan, upaya penanggulangan juga dibutuhkan untuk meminimalisir dampak yang terjadi. Terinspirasi dari hal itu, Dosen Vokasi asal 51动漫, Aji Akbar Firdaus ST MT mengembangkan invensi berupa penyiram vertikal otomatis.
Penyiram mode Vertikal
Selain dapat mendeteksi adanya api penyebab kebakaran, penyiram ini juga memiliki keunikan pada posisinya yang dikondisikan berdiri. 淧enyiram berdiri ini disamakan dengan kondisi pohon-pohon yang menjulang ke atas, sehingga penyiram dibuat senatural mungkin dengan kondisi itu, ungkap Aji.
Mode vertikal ini juga mengakibatkan penyiram tidak memerlukan lahan yang luas. Nantinya, prototyping ini akan melangsungkan uji coba dan kalibrasi komponen sesuai dengan kondisi hutan yang ditempati.
Meski begitu, karena ukurannya yang tinggi, alat ini direkomendasikan untuk langsung dirakit di titik-titik hutan yang memiliki riwayat historis munculnya api. 淜arena ukurannya antara 5-10m, mungkin agak sulit semisal dibuat di Surabaya, lalu dikirim ke Kalimantan misalnya. Baiknya dirakit di tempat dimana mau dipasang, dengan asumsi komponen yang bisa jadi lebih mahal, sebutnya.
Energi Surya
Aji menceritakan, alat ini menggunakan sumber tenaga dari panel surya, yang sebelumnya telah diteliti bersama tim. 淪ebelumnya kami membuat penelitian mengenai solarcell, dan kemudian mau diimplementasikan untuk membawa manfaat yang lebih luas lagi, tidak hanya dalam lingkup rumah tangga, sebut dosen program studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol UNAIR tersebut.

Telah Mendapat HKI
Alat yang dikembangkan bersama rekan-rekan dari Institut Teknik Kalimantan (ITK) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu juga telah berhasil mengantongi paten sederhana dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Aji berharap invensi ini mampu memberikan manfaat, utamanya dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan. 淎gar bisa menjadi cikal bakal untuk dapat mengurangi kebakaran hutan, dan dampaknya yang membahayakan, ucapnya. (*)
Penulis : Stefanny Elly
Editor : Binti Q. Masruroh





