UNAIR NEWS – Bicara soal profesi dokter tidak terlepas dari pengabdian. Hal ini yang turut dr Fadhilah Mega Indriati dan dr Ambarini Isa Pratiwi alami dalam berkarier menjadi seorang dokter. Sebagai alumni (FK) 51动漫 (UNAIR), keduanya berkesempatan membagikan mengabdi di daerah terpencil pengalamannya dalam kanal Youtube Dokter UNAIR TV pada Jumat (20/12/2024).
Mengabdi di Daerah Terpencil
Pada dasarnya, banyak jalan yang dapat ditempuh untuk berkarier menjadi dokter setelah lulus pendidikan kedokteran. Namun, beberapa di antara mereka justru memilih untuk mengabdikan diri di tempat terpencil. 淪aya merasa kok kalau di pulau Jawa saja kurang mendapat pengalaman. Saya merasa sayang, ilmu yang saya dapatkan ini seharusnya dirasakan lagi oleh masyarakat, ungkap Fadhilah.
Fadhilah menjadi salah satu alumni program Nusantara Sehat yang digagas Kementerian Kesehatan. Program tersebut merupakan program pengabdian untuk tenaga kesehatan. Selama kurang lebih dua tahun, Fadhilah menjadi dokter di Puskesmas Benangin, Kalimantan Tengah. Bagi Fadhilah, cara ini ia pilih untuk memberikan kontribusi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Selama menjadi dokter di Puskesmas Benangin, Fadhilah sempat mengalami kesulitan dalam bahasa. Terutama saat ia harus melakukan penyuluhan kepada warga desa. Untuk mengatasi permasalahan itu, Fadhilah mengajak perawat atau bidan yang dapat bicara bahasa daerah setempat. Selain itu, ia juga menggunakan alat peraga untuk memudahkan proses pertukaran informasi soal kesehatan.
Tidak jauh berbeda dengan Fadhilah, di awal kariernya sebagai dokter, Ambar juga mengabdikan diri di tempat terpencil. Ia menjadi dokter di Halmahera Tengah, Maluku Utara. 淒i puskesmas saya waktu itu belum ada apotekernya. Terus alat kesehatan, obat-obatan sangat berbeda dengan kondisi puskesmas di kota. Kebetulan puskesmas saya dengan kota jarak tempuhnya sekitar 7 jam, ujar Ambar.
Tantangan tersebut ia hadapi dengan berbagai solusi. Misalnya, dengan aktif berkoordinasi soal penyediaan obat sebagai bentuk antisipasi kehabisan stok. Amber bahkan aktif untuk menginisiasi penyediaan alat kesehatan dengan melakukan pengajuan proposal ke beberapa perusahaan. Hal ini ia lakukan demi memenuhi standar pelayanan kesehatan yang baik.
Alumni FK UNAIR tahun 2014 itu juga berpesan pada rekan sejawat dan calon dokter untuk mempersiapkan peta karier sebelum lulus pendidikan. Terutama bagi mereka yang ingin mengabdi di tempat terpencil, komunikasi kepada keluarga menjadi penting sebelum memutuskan hal tersebut. 淪ebelum bekerja di sana saya merasa lulus sekolah sebaiknya langsung sekolah spesialis. Namun, ternyata setelah saya menjalani penugasan di sana saya merasa bersyukur karena saya mendapat banyak ilmu, pengalaman, dan insight kehidupan, pungkas Ambar.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Edwin Fatahuddin





