UNAIR NEWS Laksamana Pertama TNI drg. Nora Lelyana, MH.Kes., yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan TNI AL, serta Ketua Ikatan Keluarga Alumni Kedokteran Gigi (IKAGI) 51, menyatakan rasa syukurnya setelah sukses sebagai ketua umum pelaksana Apel Bersama Hari Kartini Bersama Wanita TNI, Wanita Polisi, dan Wanita Komponen Lain Bangsa, di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (25/4).
Alkhamdulillah, saya bersyukur sebagai alumni UNAIR, karena bersama dengan elemen tertinggi bangsa yaitu Presiden Joko Widodo sebagai Inspektur Upacara, berhasil menyelenggarakan apel bersama dengan lacar dan sukses, sekaligus memecahkan rekor dunia MURI karena mampu menghadirkan 10.977 wanita di satu lokasi, ungkap Nora.
Seperti kita ketahui, bertindaks ebagai komandan upacara dalam Apel Bersama Hari Kartini Bersama Wanita TNI, Wanita Polisi, dan Wanita Komponen Lain Bangsa itu adalah Kolonel CHK. Tetty Melina, Komandan Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD.
Turut hadir dalam apel bersama ini, yakni Panglima TNI. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tiga kepala staf matra TNI, Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan sejumlah menteri kabinet kerja.
Diantara yang tampil gagah dan khidmat sebagai peserta dalam Apel Bersama memperingati Hari Kartini 2018 itu, adalah tiga Guru Besar 51. Mereka adalah Prof. Myrtati Dyah Artaria, Dra., MS., Ph.D (FISIP), Prof. Dr. Anita Yuliati, drg., M.Kes (FKG), dan Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si (FST dan Direktur Eksekutif AGE). Mereka diundang setelah dinilai dari curriculum vitae sebagai perempuan yang menginspirasi.
Menurut drg. Nora Lelyana, event yang ia komandoi ini punya misi pesan kepada seluruh wanita bahwa acara Apel Bersama Hari Kartini bersama Wanita ini merupakan momentum untuk menyatukan dan menunjukkan berbagai kekuatan wanita Indonesia dalam bentuk upacara.

Apel bersama bertema Wanita Indonesia Bersatu, Terwujud Pertahanan Negara yang Tangguh itu diwarnai berbagai rangkaian kegiatan pendahuluan yang bekerjasama dengan kegiatan Kabinet Kerja RI, Dharma Pertiwi, Yayasan Kemala Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardhya Garini.
Acara juga dimeriahkan atraksi prajurit wanita TNI dan polisi yang mempersembahkan sendratari perjuangan Laksamana Keumalahayati dan perjuangan RA Kartini. Sebanyak 150 personel melaksanakan kolone senapan, 22 personel mempertunjukkan aksi bela diri, 15 personel melaksanakan parade berkuda, 35 personel berparade memakai sepeda motor kawal, 35 personel terjun payung, dan 63 personel menampilkan kekompakannya dalam pertunjukan rampak gendang.
Menurut drg Nora, keberhasilannya bersama seluruh tim penyelenggara ini tidak terlepas dari adanya jiwa korsa dan semangat pengabdian para Kartini Modern lintas matra di Republik ini.
Memang tidak mudah untuk mengumpulkan 10 ribu lebih wanita sesuai permintaan Presiden dalam waktu satu minggu. Namun saya bangga ternyata jiwa kebangsaan wanita Indonesia sebegitu kuatnya, sehingga pagi itu mampu berkumpul dan berbaur sebanyak itu, pungkasnya. (*)
Penulis: Gilang R. Sabdho Wening
Editor : Bambang Bes





