51动漫

51动漫 Official Website

Alumnus UNAIR Lolos CPNS Jalur Cumlaude Berskor Tertinggi

YUSFIA Anggreini Haq ketika menikmati waktu santai pada sela kesibukannya. (Foto: Istimewa)
YUSFIA Anggreini Haq ketika menikmati waktu santai pada sela kesibukannya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Yusfia Anggreini Haq, mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR 51动漫, yang lulus pada Maret 2015 kini menjadi salah satu bagian dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Yusfia dinyatakan lolos dan menjadi peraih skor tertinggi kedua dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kemenkumham Se-Indonesia jalur cumlaude tahun 2017 pada Kamis, (9/11).

Menurut Yufia, jalur cumlaude adalah jalur yang khusus ditujukan untuk lulusan terbaik dengan IPK di atas 3,4. Selain itu, yang bersangkutan berasal dari universitas dan program studi berakreditasi A. Yang mana, perangkingan secara nasional langsung tanpa melalui lolos passing grade.

淛adi, yang dimaksud tanpa passing grade langsung dirangking nasional itu ketika tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), ujarnya.

Yusfia menambahkan, tes CPNS itu harus melalui tiga tahap. Pertama, tahap administrasi. Pada tahap itu, para peserta diminta melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan.

淪elain itu, juga harus membuat akun di sscn.bkn.go.id, lanjutnya.

Tahap berikutnya ialah SKD CAT. Terdapat tiga jenis soal dengan total seratus soal. Yusfia melanjutkan, soal tersebut terdiri atas 35 soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 30 soal Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 35 soal Tes Kepribadian Diri (TKP). Yang masing-masing dari soal itu memiliki passing grade yang harus dilampaui untuk lolos tahap selanjutnya.

淣补尘耻苍, passing grade ini tidak berlaku untuk jalur cumlaude, ungkapnya.

Selanjutnya, jika lolos perangkingan nasional dengan perhitungan tiga kali jumlah formasi yang dibuka, yang bersangkutan bisa mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Untuk SKB tersebut, ada dua jenis, yaitu komputer dan wawancara dengan bobot nilai 50:50.

Udah setelah nunggu pengumuman sekitar sebulan dan Alhamdulillah, tuturnya.

Yusfia mengaku memilih analisis keimigrasian. Hal itu dipilih karena sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan peluang lolos lebih besar. Setelah sebelumnya mengikuti perkembangan langsung dari akun resmi BKN tentang jumlah pendaftar.

淎walnya, saya tidak ada gambaran nanti bekerja seperti apa. Namun, setelah menjalani sebulan kerja, ternyata ya pekerjaan yang saya dapatkan ini benar-benar sesuai dengan kemampuan saya. Dan, ilmu saya selama kuliah ada yang terpakai, jelasnya.

Sebelum mendaftar CPNS, Yusfia mengakui bahwa dirinya ingin melanjutkan S2 di luar negeri. Dia sempat diterima di salah satu universitas di Australia. Namun, karena tidak lolos beasiswa Yusfia akhirnya memutuskan untuk menunda pendidikannya tersebut.

淪aya berharap pihak UNAIR mengadakan pelatihan persiapan atau pembekalan kepada calon lulusan. Misalnya, ada tes penggalian minat yang nanti cocok untuk dunia kerja atau pembekalan mengenai dunia kerja secara rutin, pungkasnya. (*)

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT