51动漫

51动漫 Official Website

Ambosius Harto Bagikan Pengalaman Daki Gunung Elbrus untuk Reportase

Wartawan Kompas.id Ambrosius Harto Manumoyoso dalam seminar Di Balik Berita Harian Kompas (Kompas.id): Pengalaman Reportase Perjalanan Mendaki Gunung Elbrus. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Medan beresiko bukan menjadi halangan bagi seorang jurnalis untuk menghadirkan reportase yang berkualitas. Hal senada juga dilakukan oleh salah satu jurnalis Ambrosius Harto Manumoyoso yang membagikan pengalamannya kepada mahasiswa 51动漫 (UNAIR) ketika meliput pendakian Gunung Elbrus di Rusia, satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia.

Dalam seminar bertajuk Di Balik Berita Harian Kompas (Kompas.id): Pengalaman Reportase Perjalanan Mendaki Gunung Elbrus pada Selasa (17/03/2023), Harto menceritakan bahwa ia memang sudah kerap kali mendaki gunung. Namun, ada jeda yang cukup panjang ketika terakhir kali ia mendaki dengan saat penugasan reportase di Gunung Elbrus.

淛adi penugasan ini dateng ketika saya masih bertugas di Kalimantan 2010. Sementara, terakhir kali saya naik gunung itu Semeru 2005, ungkapnya. 

Ia mengemban tugas untuk melakukan peliputan enam pendaki dari kelompok Wanadri Putri.  Kelompok itu berniat mengibarkan sang Saka Merah Putih di puncak Gunung Elbrus guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65.

Meskipun telah terbiasa menaklukkan gunung tinggi, ujarnya, ia masih memerlukan persiapan yang matang. Tenggat lima tahun dari pendakian terakhir membuatnya harus mempertimbangkan segala kemungkinan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Sayangnya, tugas yang diemban Harto tidak berjalan selaras dengan harapannya. Ia memutuskan untuk kembali turun sebelum mencapai Puncak Gunung Elbrus.

沦补测补 tidak berhasil mencapai Puncak Elbrus, tetapi tim Wanadri Putri-nya berhasil. Karena saya sudah terserang penyakit gunung, akhirnya saya turun, sambungnya. 

Bagi Harto, kerja jurnalistik yang utama adalah kerja otak, bukan hanya kerja kaki. Artinya, seorang jurnalis memang memiliki kewajiban untuk hadir di tempat reportase. Namun, oyak dan rasionalitas harus tetap diutamakan demi keselamatan sang jurnalis.

淎pakah saya bisa (melanjutkan pendakian, red)? Bisa, kalau saya nekat. Kalau nekat saya berarti tidak menggunakan otak. Kalau saya tidak menggunakan otak dan hanya mengandalkan otot saya, mungkin ceritanya bisa lain lagi., lanjutnya. 

Banyak hal yang dipertimbangkan Harto sebelum memilih untuk kembali. Kondisi tubuh dan cuaca Gunung Elbrus yang tidak memungkinkan menjadi alasan utama ia tidak melanjutkan pendakiannya.

沦补测补 ga tahu bisa selamat atau tidak. Saya sudah muntah berkali-kali, kehilangan kesadaran juga. Ketika saya turun itu, artinya saya lebih mementingkan keselamatan diri saya. Karena ingat, tugas saya adalah sebagai jurnalis, sebagai wartawan. Bukan sebagai pendaki, sambungnya. 

Sebagai seorang jurnalis, ia tetap mengedepankan tanggung jawabnya sebagai seorang jurnalis dengan cara mengutamakan keselamatan diri. Tugas utama seorang jurnalis bukanlah sebuah pendakian, melainkan laporan. 

淜erja sesungguhnya (bagi seorang jurnalis, red) adalah membuat laporan. Itulah mengapa saya harus menjaga keselamatan saya terlebih dulu, pungkasnya. (*)

Penulis : Muhammad Badrul Anwar

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT