51动漫

51动漫 Official Website

Anak Muda Didorong Menyuarakan Fakta Industri Rokok

-
SESI foto bersama setelah Tobacco Free Youth Bootcamp dalam konferensi nasional tembakau 2018 bertajuk The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2018. (Foto: Siti Mufaidah)

UNAIR NEWS Dalam proses pengendalian tembakau atau rokok, para pemuda didorong turut aktif dalam menyuarakan fakta tentang industri rokok. Hal itu menjadi salah satu tujuan digelarnya diskusi pemuda tentang isu tembakau atau rokok. Tepatnya dalam Tobacco Free Youth Bootcamp.

Tobacco Free Youth Bootcamp merupakan salah satu bagian kegiatan dalam konferensi nasional tembakau 2018 bertajuk The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2018. Kegiatan atas kerja sama antara TCSC (Tobacco Control Support Centre) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 itu digelar di Hotel Bumi Surabaya pada selenggarakan Tobacco Free Youth Bootcamp, Minggu (6/5).

Dalam Tobacco Free Youth Bootcamp, materi dan diskusi panel digelar. Pada sela-sela kegiatan itu, turut diadakan group discussion, role play, serta quiz.

Dalam sambutannya, Ketua TCSC Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr. Sumarjati Arjoso, SKM., saat membuka acara menyampaikan bahwa jumlah perokok pemula di Indonesia telah mencapai angka 3,9 juta per tahun dengan prevalensi 17,3% pada rentan usia 1014 tahun. Dan, telah mencapai angka 12,5 juta per tahun perokok pemula dengan prevalensi 59,9% pada rentang usia 1519 tahun.

Anggota DPR RI periode 20092014 itu mengungkapkan, rokok telah menyumbang kematian penduduk Indonesia hingga 240.000 orang per hari. Salah satu penyebabnya adalah iklan rokok yang menipu.

“Dalam iklan, seolah-olah pria yang merokok terlihat macho, ganteng, gaya, dan disenangi perempuan. Namun, kenyataannya justru malah mendatangkan penyakit, serangan jantung, dan kanker,” katanya.

Sementara itu, Tobacco Free Youth Bootcamp menjadi wadah bagi pemuda-pemudi, baik kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum dengan rentang usia 1530 tahun, agar berperan serta dalam upaya pengendalian tembakau.

Forum tersebut juga menjadi salah satu aksi untuk membangkitkan semangat juang para pemuda melawan agresivitas industri tembakau. Tema yang diangkat dalam forum itu adalah 淣ggak Cuma Paham, Kita Menolak Diam.

Tema tersebut dipilih sebagai upaya mendorong para pemuda untuk semakin turut serta dan aktif menyuarakan kebenaran dari kebohongan industri rokok. Tentu tema itu akan mengangkat strategi dan aksi yang dapat dilakukan para pemuda dalam melawan gencarnya kebohongan industri rokok. Terutama melalui iklan produk tembakau. Juga, mengampanyekan pengendalian tembakau di masyarakat.

Dr. Rohani Budi Prihatin, M.Si., Puslitbang Badan Keahlian DPR RI, salah seorang pemateri dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa Indonesia cukup ekstrim. Rokok telah menjadi kebutuhan pokok kedua setelah beras. Telur saja masih menempati posisi ke-9.

滵an, lebih anehnya lagi, kebutuhan pokok ketiga adalah pulsa. Keanehan ini hanya ada di Indonesia,” ucapnya

Pemateri lainnya, yaitu Hasna Pradityas (Founder Smoke-Free Agent) mengungkapkan masalah mengenai 淵outh role on tobacco control. Widya Nindy Nastiti (FCTC Indonesia) mengenai 淔CTC for Indonesia (Advokasi). Aryo Moedanton (Founder anakmuda.net) pemateri terakhir mengenai 淪trategic campaign for social movement.

“Framework untuk membuat Effective Campaign adalah 6M (Mission, Market, Message, Media, Money, dan Measurable). Salah satu contoh keberhasilan campaign adalah tokoh buatan Corporate Tobacco Man (CTM) dari USA,” tutur Aryo. (*)

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT