51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Analisis Aplikasi Hydroxyapatite Toothgraft Terhadap Ekspresi MMP-13

IL by RG

Perkembangan teknologi yang pesat menghasilkan banyak metode baru dalam perawatan periodontal modern. Tujuan utama perawatan ini adalah mempertahankan gigi dan struktur jaringan penyangganya. Banyak bahan yang digunakan untuk menunjang keberhasilan perawatan periodontal salah satunya adalah bone graft.

Bone graft banyak digunakan untuk perbaikan cacat tulang yang disebabkan oleh trauma, tumor, degenerasi karena proses patologis dan cacat tulang bawaan, serta untuk merekonstruksi defek tulang karena periodontitis.Penambahan bone graft pada tindakan flap periodontal, diharapkan dapat mempercepat regenerasi jaringan periodontal.

Penelitian terbaru tentang bone graft diarahkan pada penggunaan dentin manusia sebagai bahan bone graft, karena struktur gigi mirip dengan tulang sehingga gigi juga dapat dianggap sebagai material bio-inorganik. Dentin mengandung komponen inorganik dan organik yang sama dengan komponen dalam tulang manusia. Sehingga diharapkan graft yang bersumber dari gigi dapat merangsang pembentukan tulang baru.Dentin dan tulang memiliki perbedaan kandungan ion-ion minor, seperti Mg, N, CO3, HPO4. Perbedaan ion minor tersebut berpengaruh terhadap ukuran kristal dan kelarutan dentin dan tulang. Ion Mg dan CO3 jika bereaksi di apatite biogenis menyebabkan pertumbuhan kristal apatite lebih kecil dan lebih mudah larut. Kelarutan bahan graft yang tinggi dapat mempengaruhi proses remodeling dan mineralisasi tulang karena banyaknya sel-sel inflamasi sehingga merugikan proses healing, kemampuan osteokonduksi bahan graft tidak persisten karena terlalu cepat diresorbsi oleh tubuh, dan aposisi tulang tidak stabil karena disintegrasi bahan graft. Penelitian terbaru melaporkan kelarutan apatite tulang lebih tinggi dibanding apatite dentin.

Kualitas tulang dapat dilihat dari jumlah ekspresi MMP-13, sebagai salah satu protein non kolagen yang dihasilkan oleh osteoblast pada fase mineralisasi tulang. Hydroxyapatite bovine terbukti memiliki kemampuan untuk menginduksi ekspresi MMP-13 dengan proses dan waktu yang sama dengan autogenous bone graft sebagai gold standart bahan graft. Selama ini belum ada penelitian tentang kualitas tulang yang dihasilkan dari kandungan hydroxyapatite toothgraft. Peneliti ingin melihat ekspresi MMP-13 pada aplikasi hydroxyapatite toothgraft dibandingkan hydroxyapatite xenograft.

Hasil penelitian pada minggu kedua (fase mineralisasi tulang), ekspresi MMP-13 pada kelompok xenograft dan toothgraft lebih tinggi dibanding kelompok kontrol dengan perbedaan jumlah yang signifikan (p < 0,05). Bahan graft hydroxyapatite akan merangsang proses remodeling lebih cepat dibanding proses healing normal tanpa graft karena hydroxyapatite memiliki kemampuan osteokonduksi dan osteoinduksi.

Ekspresi MMP-13 pada kelompok perlakuan toothgraft lebih tinggi dibanding kelompok xenograft dengan perbedaan jumlah yang signifikan (p<0,05). Dentin dan tulang memiliki perbedaan konsentrasi ion Mg yaitu 1,23 pada dentin dan 0,72 pada tulang. Konsentrasi ion CO3 di dentin adalah 5,6 dan di tulang adalah 7,4. Semakin tinggi konsentrasi ion Mg dan CO3, ukuran kristal apatite yang terbentuk semakin kecil dan solubilitas partikel semakin tinggi. Ukuran kristal apatite tulang ±2.5×0.3 nm hampir sama dengan ukuran kristal apatite dentin yaitu ±2×0.4 nm, tetapi kelarutan apatite tulang lebih tinggi dibanding apatite dentin. Pada apatite biogenik ion CO3 dapat menggantikan ion PO4 atau OH-, menyebabkan bergesernya keseimbangan hydroxyaptite menjadi Ca10-2X/3(PO4)6-X(CO3)X(OH)2-X/3 sehingga lebih mudah larut.Kelarutan bahan graft yang tinggi dapat mempengaruhi proses remodeling dan mineralisasi tulang karena adanya sel-sel inflamasi terlalu banyak sehingga merugikan proses healing, kemampuan osteokonduksi bahan graft tidak persisten karena terlalu cepat diresorbsi oleh tubuh, dan aposisi tulang tidak stabil karena disintegrasi bahan graft.Penelitian ini menggunakan graft hydroxyapatite dengan ukuran partikel 150 “ 355 µm dan 355 “ 750 µm yang dicampur secara manual untuk memperoleh efek maksimal dari bahan graft. Jika ukuran partikel graft terlalu kecil, graft akan cepat diresorbsi oleh makrofag sehingga kemampuan untuk menginduksi tulang tidak maksimal. Sebaliknya pada graft dengan ukuran partikel terlalu besar, resorbsi oleh makrofag terlalu lambat sehingga dapat menghalangi proses pembentukan tulang baru.

Hydroxyapatite toothgraft terbukti lebih tinggi menginduksi ekspresi MMP-13 dibandingkan dengan hydroxyapatite xenograft. Tooth graft merupakan kandidat bahan graft alternatif yang dapat dipertimbangkan penggunaannya di bidang kedokteran gigi, khususnya dalam perawatan kelainan periodontal.

Penulis: Sonny Perdana, Chiquita Prahasanti, Lambang Bargowo, Sista Prasetyo, Wibi Riawan

Link Lengkap:

AKSES CEPAT