Tulang tidak mampu sembuh secara spontan tanpa upaya intervensi bila terdapat defek dengan ukuran kritis (critical size defect), yaitu suatu defek tulang dengan lebar lebih dari 1-2 cm atau lebih dari 50% keliling tulang. Suatu kerangka (scaffold) dibutuhkan untuk merekonstruksi defek ukuran kritis karena memiliki struktur 3 dimensi yang dapat menjadi suatu perlekatan tulang (osteokonduksi), dan mampu merangsang pertumbuhan, proliferasi dan diferensiasi (osteoinfuksi) sel galur osteoblast untuk membentuk tulang yang baru (osteogenik).
Saat ini autogenous bone merupakan gold standard untuk bahan scaffold namun terbatasnya jumlah dan ukuran tulang donor ditambah dengan morbiditas pada pasien membuat penggunaan autogenous bone sebagai scaffold menjadi terbatas, sehingga bahan baku dari spesies lain, yaitu xeno material dari bahan tulang sapi (Bovine) menjadi alternatif. Goal standar penggunaan tulang sapi adalah deproteinized bovine bone matrix (DBBM) yaitu produk tulang bovine yang dihasilkan oleh proses pembakaran pada suhu 1000OC yang akan menghilangkan semua protein dan sel. Proses ini menghilangkan potensi immunogeniksehingga bersifat biokompatibel, namun karena hanya tersisa kristal hidroksiapatit, DBBM hanya bersifat osteokonduksi.
Pembuatan bahan baku dengan teknik beku kering (freeze-dried) digunakan untuk tetap mempertahankan komponen ekstraseluler. Variasi pencucian nampaknya mempengaruhi hasil akhir dan komposisi matriks ekstraseluler. Penenelitian ini bertujuan biokompatibilitas toksisitas dan perlekatan sell antara dua metode freeze-dried yaitu Freeze-Dried Bovine Bone (FDBB)dan Decelularized-Freeze-Dried Bovine Bone (DC-FDBB) dengan DBBM sebagai goal standard xenomaterial.
Dilakukan uji MTT Assay dan analisa perlekatan human umbilical cord mesenchymal stem cell (hUC-MSCs) menggunakan scanning electon microscope (SEM) pada kelompok sampel 24, 48, dan 72 jam paska seeding hUC-MSCs pada scaffold.
Dapat disimpulkan bahwa Scaffold FDBB dan DC-FDBB memenuhi syarat biokompatibilitas untuk dapat digunakan sebagai suatu bone substitute dalam rekayasa jaringan tulang. FDBB dan DC-FDBB memenuhi salah satu syarat biomaterial yaitu bersifat tidak toksik secara, mempunyai sifat osteokonduksi, yaitu dapat menjadi tempatperlekatan sel dan menginduksi proliferasi kultur sel secara in vitro. Scaffold FDBB dan DC-FDBB mempunyai sifat biokompatibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan DBBM sebagai bone substitute.
Penulis: Prof. Dr. David Buntoro Kamadjaja drg., MDS., Sp.BM(K)
Sumber:
Marantson, N., Kamadjaja, D. B., Rizqiawan, A., Pramono, C., Sumarta, N. P. M., Yuliati, A., Ertanti, N., & Rahman, M. Z. (2023).Cell Attachment and Biocompatibility Analysis of Freeze-Dried Bovine Bone Scaffold and Decellularized Freeze-Dried Bovine Bone Scaffold on Human-Umbilical Cord Mesenchymal Stem Culture.Journal of International Dental and Medical Research,听16(1), 97-104. ISSN 1309-100X





