Ulkus mukosa mulut adalah kondisi yang sering dijumpai pada praktik kedokteran gigi dengan prevalensi yaitu 15-30% dan banyak dijumpai pada usia 16-25 tahun. Manifestasi oral ulkus di mukosa mulut bisa berupa ulkus akut maupun kronis, erythema multiforme, recurrent aphthous stomatitis, dan sustained traumatic ulcer. Ulkus mukosa mulut sering disebabkan karena trauma disebut ulkus traumatikus. Penyembuhan ulkus traumatikus pada umumnya membutuhkan waktu 10-14 hari dengan proses yang kompleks serta saling berkaitan antara inflamasi, proliferasi, vaskularisasi dan remodelling
Penelitian tentang ekstrak tanaman Qusthul Hindi sebagai agen terapeutik dalam mengobati beberapa penyakit. Apalagi, tanaman ini sudah dikenal selama 2500 tahun sebagai tanaman obat yang digunakan secara luas pada pengobatan tradisional di Ayurveda, Cina, Tibet dan Unani. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar Saussurea costus memiliki banyak khasiat sebagai anti-kanker, hepatoprotektif, antiarthritic, anti-konvulsan, antimikroba, dan antivirus. Saussurea costus juga memiliki potensi antiinflamasi dan penyembuhan luka karena mengandung senyawa fitokimia seperti seskuiterpen lakton. Seskuiterpenoid adalah kautama dari spesies Saussurea costus dengan beberapa bioaktivitas yang menunjukkan potensi terutama efek anti-inflamasi
Nanopartikel adalah suatu materi yang berukuran kira-kira 1-100 nm. Penggunaan nanopartikel dapat meningkatkan stabilitas dan kemampuan melindungi zat labil yang terkandung dalam ekstrak terhadap faktor degradasi. Kelebihan yang diharapkan dari penggunaan nanopartikel pada ekstrak tanaman adalah untuk peningkatan kelarutan dalam air dan bioavailabilitas, perlindungan senyawa aktif yang lebih baik dari lingkungan yang tidak menguntungkan (pH, suhu, kelembaban dan oksigen) serta sistem penghantaran obat yang persisten.
Dalam publikasi terbaru disebutkan bahwa potensi terapeutik nanopartikel ekstrak Qusthul Hindi terhadap sebagai antiinflamasi berasal dari kandungan senyawa aktifnya seperti aplotaxene, eudesmol, dan ilicic acid. Aplotaxene merupakan senyawa golongan alkatetraene yang memiliki efek antiinflamasi dengan cara menghambat aktivitas sel T melalui penurunan ekspresi IL-2 dan CD69. Aplotaxene juga menghambat aktivitas MAPK dan aktivitas transkripsional dari NF-AT, NF魏B, dan AP-1. Senyawa lainnya yaitu ilicid acid yang termasuk dalam kelompok senyawa seskuiterpen eudesmane yang memiliki ikatan kovalen dengan gugus sulfhidril bebas dalam protein dapat mempengaruhi aktivitas enzimatik serta menghambat jalur persinyalan seperti NF-魏B yang menyebabkan penurunan ekspresi COX-2, IL-8, dan TNF-伪. Efek farmakologi dari eudesmol melibatkan berbagai jalur pensinyalan molekuler meliputi JAKs, NF-魏B, MAPK, ERK1/2, MAPK, dan CREB.
Nanopartikel ekstrak Qusthul Hindi memiliki potensi dalam penyembuhan ulkus traumatikus melalui mekanisme penghambatan NF-魏B. Penghambatan NF魏B menyebabkan perubahan M1 lebih sedikit sehingga menyebabkan fase pro-inflamasi berlangsung lebih singkat. Hal ini menyebabkan perubahan M2 yang lebih banyak. M2 yang bersifat anti-inflamasi akan mensekresikan VEGF dan FGF-2 dimana berperan dalam meningkatkan angiogenesis dan proliferasi fibroblas. Meningkatnya jumlah sel fibroblas akan meningkatkan produksi kolagen. Jumlah sel fibroblas dan jumlah kolagen yang tinggi akan mempercepat proses penyembuhan ulkus traumatikus
Temuan ini menunjukkan bahwa nanopartikel, terutama komponennya aplotaxene, eudesmol, dan ilicic acid dapat menjadi dasar untuk pengembangan obat antiinflamasi baru yang menargetkan penyembuhan luka seperti ulkus traumatikus. Namun, tetap diperlukan uji secara in-vitro dan in-vivo mengenai potensi terapi nanopartikel ekstrak Qusthul Hindi sebagai agen antiinflamasi.
Penulis: Sheryn Marcha Ramaniasari, Ira Arundina, Indeswati Diyatri dan Meircurius Dwi Condro Surboyo
Link:
Baca juga: Menelisik Urgensi Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Wanita Usia Reproduktif





