51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Dua Strain Probiotik terhadap Enzim Pencernaan, Fungsi Hati dan Aktivitas Antimikroba Ikan Lele

Analisis Dua Strain Probiotik terhadap Enzim Pencernaan, Fungsi Hati dan Aktivitas Antimikroba Ikan Lele
Sumber: Dokter Sehat

Ikan lele (Clarias gariepinus Burchell 1822) merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang masih menduduki peringkat teratas ikan konsumsi yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun, tingginya minat pasar terhadap ikan patin tentunya juga menghadapi kendala seperti penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan produksi. Budidaya ikan yang umumnya dilakukan di tempat yang terbatas, kepadatan ikan yang tinggi, pemberian pakan yang berlebihan, dan kualitas air yang buruk menjadi pintu masuk infeksi pathogen. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan lingkungan sehingga ikan mengalami stres dan mudah terserang penyakit akibat melemahnya sistem kekebalan. Selain itu, banyak penyakit yang terjadi pada ikan karena kerentanannya terhadap patogen. Salah satunya disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila.

A. hydrophila merupakan bakteri patogen yang menginfeksi ikan lele dan dikenal sebagai antigen yang memicu pembentukan antibodi. Penggunaan 2 strain probiotik membantu ikan lele untuk meningkatkan produksi antibodi dan antibodi yang terbentuk bereaksi secara spesifik terhadap A. hydrophila. Kemampuan ikan dalam memproduksi antibodi untuk mengenali A. hydrophila telah dibuktikan melalui pengujian titer antibodi yang menunjukkan hasil reaksi aglutinasi terhadap A. hydrophila pada serum ikan lele.

Salah satu upaya pencegahan terhadap bakteri A. hydrophila yang dilakukan oleh pembudidaya ikan lele adalah dengan menggunakan antibiotik sintetis. Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resistensi pada bakteri patogen, serta dapat menimbulkan pencemaran pada lingkungan perairan akibat residu kimia yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mempertahankan stok ikan, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian probiotik. Jenis bakteri yang terbukti sering digunakan sebagai probiotik adalah Bacillus subtilis dan Lactobacillus casei. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lawal dkk. tahun 2019, pemberian bakteri B. subtilis pada ikan lele dapat meningkatkan fungsi usus dalam mencerna makanan dan penyerapan nutrisi. Sedangkan, penelitian Baisakhi dkk. tahun 2024 menggunakan kombinasi B. subtilis dan Saccharomyces cerevisiae ternyata dapat meningkatkan sekresi enzim pencernaan pada ikan mas asal India. Pada uji tantang dengan strain Aeromonas veronii secara intraperitoneal dengan dosis 1脳108 CFU/mL, ternyata mematikan. Sementara itu, penggunaan L. casei dapat meningkatkan pertumbuhan, daya cerna ikan, dan ketahanan ikan terhadap penyakit serta dapat mengubah komposisi mikrobiota usus. Pada beberapa jenis probiotik, telah terbukti bahwa penggunaan dua strain bakteri lebih efisien dibandingkan dengan satu strain bakteri saja. Penggunaan probiotik multistrain atau multispesies dapat meningkatkan perlindungan terhadap bakteri patogen. Luo dkk. tahun 2022 meneliti bahwa penggunaan probiotik dari campuran B. subtilis dan L. plantarum, meningkatkan kadar enzim 伪-amilase, lipase, tripsin, dan protease total. Probiotik berpotensi meningkatkan kesehatan dan fungsi fisiologis saluran pencernaan ikan berasal dari genus Lactobacillus dan Bacillus. Kedua genus bakteri ini dapat meningkatkan pencernaan pakan dan pemanfaatan nutrisi secara optimal dengan menghasilkan berbagai enzim pencernaan.

Parameter kesehatan fungsi hati yang diamati dalam penelitian ini adalah AST aspartate aminotransferase. Secara umum, AST dapat ditemukan dalam sel darah merah, hati, jantung, jaringan otot, pankreas, dan ginjal. Namun, jika hati mengalami kerusakan, AST disekresikan lebih banyak ke dalam aliran darah. Tingkat kerusakan jaringan secara langsung berkaitan dengan kadar AST dalam darah. Sebagian besar peningkatan kadar ALT disebabkan oleh kerusakan hati dan tes ALT biasanya dilakukan bersamaan dengan tes lain yang memeriksa kerusakan hati, termasuk aspartat aminotransferase (AST). Penggunaan DSP ternyata dapat menurunkan nilai alkaline phosphatase (ALP), alanine aminotransferase (ALT), dan aspartate transaminase (AST) pada serum darah ikan lele.

Berdasarkan penelitian, penambahan DSP pada pakan ikan lele dapat meningkatkan enzim pencernaan, seperti enzim amilase, lipase dan protease. Kelompok yang diberi perlakuan DSP menghasilkan kadar enzim yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Selain itu, pada konsentrasi 15% DSP juga meningkatkan status kesehatan hati ikan lele yang dapat dilihat dari penurunan enzim AST dan ALT jika dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa serum darah ikan lele yang diberi perlakuan dengan konsentrasi DSP 15% memiliki aktivitas antimikroba terhadap A. hydrophila.

Penulis: Prof. Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Dra., M.Si

Link:

Baca juga: Bakteri Lactobacillus casei untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh dan Kualitas Air pada Budidaya Ikan Lele

AKSES CEPAT