51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja

Foto by Gramedia

Fenomena pelecehan seksual semakin meresahkan. Kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi pada seorang remaja putri dapat terjadi karena kurangnya pengawasan dan kesadaran sehingga dapat merugikan dirinya sendiri. Kekerasan terhadap perempuan juga terjadi karena pandangan masyarakat bahwa perempuan lebih lemah dari laki-laki. Pelecehan seksual memiliki efek traumatis yang cukup lama bahkan hingga korbannya sudah dewasa. Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri.

Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Seluruh responden adalah remaja putri SMAN 2 Cibitung, Bekasi dengan jumlah sampel 139 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi logistik dengan derajat kemaknaan p<0,05.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan pelecehan seksual remaja putri (p=0,007), ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan pelecehan seksual remaja putri (0,010), terdapat hubungan antara perilaku interaksi teman sebaya terhadap pencegahan pelecehan seksual pada remaja putri (p=0,007).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pencegahan perilaku pelecehan seksual pada remaja putri berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan interaksi teman sebaya. Faktor yang paling erat kaitannya dengan perilaku pencegahan pelecehan seksual adalah faktor interaksi teman sebaya.

Penulis: Retnayu Pradanie, Esti Yunitasari, Adinda Reza Wibawati, Wendy Abigail

Jurnal:

AKSES CEPAT