51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Klinis dan Patologis Tumor Ovarium Raksasa

Ilustrasi kanker ovarium pada wanita. (Sumber: Lifestyle Kompas)

Pada tahun 2020, tercatat ada 313.959 kasus kanker ovarium baru yang didiagnosis di seluruh dunia dengan insidensi standar usia sebesar 6.6 per 100.000 kelahiran hidup. Dari seluruh kasus keganasan ovarium, 88.4% merupakan kanker epitel dengan karsinoma musinosa dan serosa menjadi kategori histologis yang paling umum. Massa adneksa dapat berasal dari ovarium atau pun saluran tuba. Massa ini juga dapat bersifat jinak, borderline, atau ganas. Gejala yang biasa muncul antara kain seperti kembung, perut membesar, kelelahan, masalah saluran kemih, dan rasa tidak nyaman pada panggul atau perut. Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan ultrasonografi (USG), computerized tomography, atau magnetic resonance imaging.

Ukuran tumor sangat menentukan dalam keputusan pengobatan klinis. Tumor dengan diameter lebih dari 10 cm menyebabkan keluhan diindikasikan untuk perawatan bedah. Prediktor keganasan pada tumor ovarium hingga kini masih diperdebatkan. Tumor ini berukuran besar bisa bersifat jinak atau ganas tanpa definisi atau parameter standar. Analisis histopatologi mengungkapkan jenis umum termasuk teratoma matur, kistadenoma musinosa dan serosa, teratoma jinak, kistadenoma serosa, kista endometriotic, dan jenis lainnya. Memahami tren klinis dan histopatologi dari tumor ovarium yang berukuran besar (giant) ini, dapat memberikan gambaran penatalaksanaan dan prognosis yang tepat pada pasien.

Latar belakang tersebut membuat tim penelitian dari departemen obstetri dan ginekologi FK Unair melakukan penelitian analisis observasional dengan melibatkan pasien tumor ovarium raksasa yang menjalani operasi antara Januari 2020-Juni 2022 di RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Didapatkan 63 pasien tumor berukuran >20 cm yang menjalani operasi di RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Ukuran rata-ratanya adalah 25.9 cm dengan ukuran terbesar adalah 41cm. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan ukuran tumor yang signifikan antara tumor ovarium jinak dan ganas. Berdasarkan hasil histopatologisnya, tumor ovarium raksasa 66,67% bersifat ganas, 29.98% jinak, dan 6.35% berada di garis batas (borderline). Analisis kadar CA 125 juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tumor jinak dan ganas.

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pada kasus tumor ovarium raksasa (berdiameter >20cm), mayoritas kasusnya dapat dilakukan tindakan pembedahan tanpa sisa penyakit serta mayoritas kasus berjenis musinus karsinoma. Pada tumor ovarium raksasa, kadar CA 125 tidak dapat menjadi prediktor pasti penanda keganasan.

Penulis: Brahmana Askandar Tjokroprawiro

Artikel lengkapnya dapat diakses pada tautan berikut
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2590161324000383

AKSES CEPAT