Tuak, tuak manis, dan brem merupakan minuman tradisional yang dihasilkan melalui proses fermentasi tanaman tertentu di Pulau Lombok, Indonesia. Evaluasi kadar alkohol dalam minuman-minuman ini penting dilakukan untuk memastikan status kehalalan dan keamanannya bagi konsumen Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi alkohol dalam minuman tradisional yang diperoleh dari berbagai lokasi wisata di Kota Mataram, Pulau Lombok, Indonesia. Kadar alkohol dianalisis setelah proses distilasi sederhana menggunakan metode GC-FID, yang divalidasi melalui parameter-parameter seperti akurasi, linearitas, selektivitas, limits of detection (LOD), limits of quantitation (LOQ), dan recovery. Hasil validasi menunjukkan nilai RSD sebesar 1,6292%, persamaan regresi linear y = 1102x + 11,103, koefisien regresi (R虏) sebesar 0,9997, nilai selektivitas (Rs) > 1,5, LOD sebesar 0,0256%, LOQ sebesar 0,0854%, dan tingkat recovery sebesar 102,83%.
Temuan ini menunjukkan bahwa metode memenuhi parameter validasi yang digunakan untuk analisis kadar alkohol. Konsentrasi alkohol yang terukur dalam minuman tradisional adalah sebagai berikut: tuak mengandung alkohol sebesar 1,43卤0,21% hingga 3,50卤0,12%, brem sebesar 1,32卤0,14% hingga 3,10卤0,10%, dan tuak manis berkisar antara 0,0004卤0,0003% hingga 0,2361卤0,0081%. Perbedaan kadar alkohol yang signifikan ditemukan antar lokasi pengambilan sampel (p < 0,05, uji ANOVA satu arah). Kadar alkohol yang tidak melebihi batas 0,5% telah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk klasifikasi halal, sehingga menunjukkan bahwa Tuak dan Brem tidak memenuhi standar tersebut. Sebaliknya, Tuak Manis memiliki kadar etanol di bawah ambang batas 0,5%, yang berarti masih sesuai dengan ketentuan halal. Temuan ini menekankan pentingnya pelabelan yang jelas dan peningkatan kesadaran konsumen, terutama di daerah yang dikenal sebagai destinasi wisata halal. Dengan mengukur kadar etanol dalam minuman tradisional ini, penelitian ini memberikan data penting yang dapat digunakan sebagai acuan bagi konsumen maupun pembuat kebijakan.
Pembahasan yang lengkap selanjutnya dapat dibaca pada paper yang berjudul Unveiling ethanol concentrations in traditional beverages from Lombok Island using GC-FID method ()
Author : , *, , Mochammad Soleh, Adistiar Prayoga, Lalu Jupriadi, Winanda Rizki Febrianti, Adam Mochammad Naufal, Ainul Yaqin, Nanang Qosim





