Defek segmental besar pada tulang, atau critical-sized defect, adalah kerusakan tulang ekstrem akibat trauma, penyakit, deformitas, atau pembedahan. Kondisi ini tidak dapat sembuh spontan meskipun telah distabilkan dengan bedah rekonstruksi dan memerlukan intervensi lanjutan, seperti autogenous bone graft. Material pengganti tulang adalah bahan sintetik atau kombinasi organik-anorganik untuk terapi defek tulang, selain autograf dan alograf. Idealnya, material ini biokompatibel, osteokonduktif, osteoinduktif, dan resorbable. Keuntungan yang paling luar biasa dari xenograft adalah bahwa ada kemungkinan jumlah bahan yang tidak terbatas dapat diperoleh dari tulang sapi. Struktur dan morfologi tulang kanselus sapi mirip dengan tulang kanselus manusia, dan juga memiliki kemampuan osteokonduktivitas.
Pendekatan rekayasa jaringan tulang saat ini didasarkan pada scaffold yang melepaskan growth factor yang diperlukan untuk regenerasi tulang. Scaffold tulang adalah matriks 3D yang memungkinkan dan menstimulasi perlekatan dan proliferasi sel osteoinduktif pada permukaannya. Scaffold dengan Mesenchymal Stem Cells (MSCs) dikembangkan untuk meningkatkan faktor sinyal pada bahan pengganti tulang agar menyerupai autograft. Perkembangan terapi bebas sel (cell-free therapy) melalui penggunaan sekretom yang dihasilkan MSCs mengandung komponen bioaktif seperti faktor pertumbuhan, sitokin, dan vesikel ekstraseluler yang dikombinasikan dengan scaffold. Sekretom juga bisa diproses dalam beku kering, metode pengeringan beku memiliki beberapa keunggulan, antara lain stabilitas sampel pada suhu ruang, stabilitas struktur yang terjaga.
Beberapa growth factor dalam sekretom yang mendukung regenerasi tulang antara lain Hepatocyte Growth Factor (HGF) dan Fibroblast Growth Factor (FGF) memiliki peran penting dalam angiogenesis, yaitu proses pembentukan pembuluh darah baru yang esensial untuk penyembuhan jaringan dalam 48 jam pertama karena periode ini mencakup fase awal proses regenerasi tulang. Keduanya merangsang proliferasi dan migrasi sel endotel, yang merupakan komponen kunci dalam pembentukan pembuluh darah.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar pelepasan Hepatocyte Growth Factor (HGF) dan Fibroblast Growth Factor (FGF) dari sekretom, yaitu pada DBBM freeze-dried sekretom, FDBB freeze-dried sekretom, dc-FDBB freeze-dried sekretom, DBBM sekretom, FDBB sekretom, dan dc-FDBB sekretom. Sekretom yang dihasilkan diaplikasikan ke scaffold dengan merendamnya dalam sekretom.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kadar pelepasan HGF memiliki perbedaan signifikan antara kelompok freeze-dried sekretom dan tanpa freeze-dried sekretom, serta di antara masing-masing scaffold. Pelepasan FGF dari scaffold FDBB dengan sekretom tanpa freeze-dried cenderung lebih tinggi dibandingkan semua kelompok lainnya. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa metode freeze-dried sekretom dapat mempengaruhi kadar pelepasan FGF dari scaffold, dengan efek yang bervariasi tergantung pada jenis scaffold.
Penulis: David B. Kamadjaja
Sumber: Analysis of Differences in Hepatocyte Growth Factor and Fibroblast Growth Factor Release from Deproteinized Bovine Bone Material, Freeze Dried Bovine Bone, and Decellularized Freeze-Dried Bovine Bone Scaffolds After Freeze-Dried Secretome Application
Muhammad Nur Falah, David Buntoro Kamadjaja, Ni Putu Mira Sumarta, Indra Mulyawan, Ganendra Anugraha, Andang Miatmoko
Journal of international Dental and Medical Research, vol.18, no.2, 2025
Link:





