51动漫

51动漫 Official Website

LPJPHKI UNAIR Tekankan Sosialisasi Penelitian Multidisiplin Kunci Publikasi Internasional

Materi pada sosialisasi pemanfaatan data sekunder di bidang sosial dan humaniora. (Foto: Istimewa)
Materi pada sosialisasi pemanfaatan data sekunder di bidang sosial dan humaniora. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Untuk memperingati Festival Data Sekunder, gelar sosialisasi data sekunder hari kedua, Selasa (28/04/2026) melalui zoom meeting. Sesuai tagline dari LPJPHKI 楽ee What’s Next, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan layanan kepada civitas academica 51动漫 (UNAIR) tentang publikasi jurnal dan hak kekayaan intelektual.

Prof Dessy Harisanty S Sos M A selaku sekretaris LPJPHKI menyampaikan bahwa sosialisasi pemanfaatan data sekunder di bidang sosial dan humaniora diharapkan dapat membantu penyusunan publikasi. Selain itu dapat diimplementasikan dengan membuat artikel publikasi internasional.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber asal Meksiko, Dr Miguel Angel Esquivias Padilla IE M SE dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Melalui pengalamannya berkutat dalam dunia data sekunder, ia menyampaikan materi mengenai tantangan yang dialami oleh peneliti sosial sains dan exploring data set yang dapat diakses oleh semua orang. 

淪aya selalu melihat, What are trends? kira-kira trend atau hierarki apa dalam bidang sosial sains pada saat ini, ujar Miguel.

Batas ilmu sosial tidak lagi hanya ditentukan oleh teori, tetapi dibentuk oleh kesadaran data, perluasan konseptual, inovasi metodologis, dan kemampuan untuk menghubungkan disiplin ilmu dengan pertanyaan kebijakan. Menurutnya, jurnal sekarang menginginkan dimensi baru yang memadukan konsep sosial dengan sains dengan konsep multidisiplin yang melebihi batas keilmuan tradisional. Penelitian multidisiplin juga membutuhkan data set yang baru untuk memberikan robustness, yaitu kemampuan suatu penelitian untuk tetap konsisten meskipun terdapat perubahan dari variabel data dan lainnya. 

淛adi jarang jurnal saat ini yang hanya murni hukum, sosiologi, dan lain-lain. Sehingga, muncul kebutuhan untuk menelusuri pertanyaan dan dimensi baru, ungkap Miguel. 

Tantangan itu sekaligus membuka peluang untuk dapat menjelajahi hal baru menggunakan indikator, proxy, dimensi, serta data yang baru di tengah situasi yang semakin sulit untuk publish paper yang tidak multidisiplin. 

Data sets adalah kumpulan informasi yang disusun secara terstruktur untuk kebutuhan seperti penelitian dan analisis data. Data sets dikategorikan menjadi tiga komponen yaitu Macro atau comparative yang keunggulannya datanya dapat dibandingkan antarnegara, contohnya seperti ILOSTAT, IMF, dan lainnya. Kedua, Micro, survey, atau firm yang bersifat data sekunder, contohnya DHS, LSMS, labor force survey, dan sebagainya. Terakhir, frontier, digital, atau geospasial yang merupakan kombinasi data secara masif dan real-time, seperti GDELT, satelite lights, Google Trends, dan lainnya. 

淧roject yang kuat, serbaguna, dan berkualitas tinggi adalah gabungan dari dua atau lebih keluarga data, misalnya makro dan mikro, serta pendekatan frontier yang merupakan integrasi data konvensional dengan data tidak konvensional, jelas Miguel. 

Penulis: Fauziah Kandela 

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT