UNAIR NEWS – Upaya pembekalan beasiswa bagi mahasiswa terus digalakkan. Hal ini menjadi fokus Komunitas Pathseeker 51动漫 (UNAIR) melalui penyelenggaraan seminar First Step with Astralst: Gateway Scholarship to Future Pathways. Seminar tersebut mengangkat strategi lolos program beasiswa dan pengembangan diri dari Astra. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring via Zoom Meeting pada Kamis (29/4/2026) dengan menghadirkan narasumber penerima program beasiswa Astra1st.
Daphni Najwa Halafendi, ketua Pathseeker UNAIR berharap peserta dapat belajar langsung terkait persiapan dan strategi lolos beasiswa Astra1st dari para narasumber. Ia juga menambahkan bahwa Pathseeker UNAIR terus mendukung upaya pengembangan diri mahasiswa menuju karir profesional.
Event kami tidak hanya seminar ini. Namun kami juga menyediakan banyak info beasiswa company based, sertifikasi-sertifikasi, info magang serta info-info karir yang akan mendukung perjalanan teman-teman nantinya, ungkapnya.
Mengenal Beasiswa Astra1st
Lebih lanjut, Tony Gunawan selaku pembicara memaparkan bahwa Astra1st merupakan program beasiswa dari PT Astra International Tbk. Beasiswa ini khusus untuk mahasiswa semester 4 dan 6 yang dilengkapi dengan berbagai program pengembangan. Mulai dari individual development, project improvement, community giving back hingga kesempatan menjadi brand ambassador Astra.
“Kalau kita ngomong tentang beasiswa pastinya tidak jauh-jauh dari dukungan finansial. Nah, di Astra1st ini selain dapat dukungan finansial kita juga akan dibekali dengan berbagai program pengembangan yang berguna di dunia kerja nanti,” ujar Manager Marketing Pathseeker UNAIR.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam implementasinya, pendaftar beasiswa Astra1st akan terbagi menjadi empat pilar pilihan sesuai dengan minat dan keahlian pendaftar yakni corporate portfolio and business strategy, digital, sustainability, serta human capital transformation. Melalui pembagian tersebut peserta akan terfokus dalam pengembangan kompetensi secara lebih spesifik guna menunjang kemampuan analisis, problem solving, serta kontribusi nyata dalam proyek bisnis dan sosial.
淢asa pendaftaran beasiswa perkiraan tutup pada awal Mei 2026. Sementara program akan berlangsung mulai bulan Juni hingga November 2026, pungkasnya
Kiat Lolos Beasiswa
Vania Cindy Callis menambahkan, untuk lolos dalam program beasiswa tersebut, kuantitas pengalaman bukanlah indikator utama. Menurut penerima predikat Best Astra1st 2025 tersebut, nilai sebuah pengalaman justru terletak pada seberapa besar dampaknya bagi orang lain.
淪aat mendaftar, yang dilihat bukan seberapa banyak pengalaman yang kalian miliki, tetapi bagaimana dampak pengalaman tersebut untuk kepentingan orang banyak. It檚 not what you have, it檚 the way you present it, tegas Vania.
Selain fokus pada dampak, Vania menyebutkan bahwa leadership mindset merupakan kompetensi wajib bagi calon penerima beasiswa. Ia menekankan bahwa pola pikir kepemimpinan tidak melulu soal seberapa banyak gelar atau jabatan. Melainkan tercermin dari beberapa aspek fundamental. Yakni kemampuan analisis, problem solving, serta bagaimana kandidat bisa merealisasikan ide menjadi tindakan nyata.
Selain penguasaan teknis, Vania menekankan pentingnya personalisasi identitas bagi setiap kandidat. Menurutnya, menonjolkan ciri khas yang membedakan diri dengan kandidat lain merupakan solusi efektif saat menghadapi sesi wawancara.
Penulis: Amelia Farah P.I
Editor: Yulia Rohmawati





