Dalam praktek produksi embrio untuk mendapatkan embrio dengan potensi genetik unggul, metode agregasi sering digunakan, karena metode ini dipertimbangkan metode termurah dan termudah hanya dengan memanfaatkan potensi embrio. Sejumlah masalah umum pada embrio in vitro produksi, baik yang berkaitan dengan faktor internal maupun eksternal. Salah satu contoh masalah yang sering ditemui adalah rendahnya tingkat viabilitas agregat embrio. Kendala terbesar dalam produksi embrio in vitro adalah melalui metode agregasi adalah terjadinya fenomena “blok sel” di pertumbuhan embrio. Keberhasilan produksi embrio adalah sekali lagi sangat ditentukan oleh ketelitian pembuatannya formulasi media yang disesuaikan dengan pertumbuhan usia embrio yang akan digunakan. Berbagai manfaat dan aplikasi vitrifikasi yang paling penting terkait dengan waktu yang tepat dari perkembangan embrionik untuk ditransfer ke setiap pasien. Misalnya, jika ada kelebihan jumlah zigot pada pasien IVF, zigot ini dapat dibekukan segera atau dibiakkan secara in vitro hingga tahap perkembangan blastokista, dan kemudian dibekukan lagi untuk transfer di masa mendatang. Viabilitas embrio meliputi kelangsungan hidup (survival rate) dan keberhasilan perkembangan setiap tahap embrio (development tarif). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis embrionik perkembangan mencit (Mus musculus L.) dan hamster menggunakan media kultur dan vitrifikasi.
Penelitian ini menggunakan metode pencarian literatur yangdilakukan pada bulan Agustus hingga September 2022, di beberapadatabase, yaitu PubMed, ScienceDirect, NCBI, dan Elsevier, dengan rentang waktu penerbitan artikel sepanjang 19732022. Kriteria inklusi terdiri dari artikel melaporkan 減erkembangan embrio tikus, (Mus musculus L.), hamster, media kultur, vitrifikasi. Berdasarkan hasil pencarian, ditemukan 37 artikelyang kemudian dimasukkan dalam hasil review yang menunjukkan bahwa kemampuan zigot untuk melewatinya blok sel dilihat dari kemampuan zigot untuk membelah menjadi dua stadium sel. Pada kedua kelompok perlakuan, jumlah embrio yang membelah menjadi tahap dua sel cukup tinggi. Oleh karena itu, HTF menengah dapat digunakan untuk membiakkan embrio tikus karena kemiripannya dalam komposisi dasar medium. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa diperlukan studi lanjutan terutama identifikasi perkembangan embrio mencit (M. musculus L.) dan hamster menggunakan berbagai media kultur dan pengembangan metode vitrifikasi.
Penulis: Dr. Maslichah Mafruchati M.Si.,drh
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Open Veterinary Journal
2023
E- ISSN: 2218-6050





