51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Respon Inflamasi Sistemik Pasca Implantasi Subkutan Scaffold Bovine Bone Deselulerisasi Dan Non-Deselularisasi

Ilustrasi oleh Amazon

Rekonstruksi defek tulang mandibula yang luas merupakan suatu upaya yang penting dalam mengembalikan fungsi stomatognatik, estetik, dan kualitas hidup dari pasien. Autologous bone graft merupakan gold standart pada tatalaksana defek karena sifat osteogenik, osteoinduktif, dan osteokonduksi namun memiliki kerugian yaitu terbatasnya ketersediaan dan menyebabkan defek dan morbiditas yang tinggi pada area donor. Oleh karena itu, rekayasa jaringan dengan penggunaan xenogenic scaffold khususnya bovine bone menjadi alternatif dalam rekonstruksi defek mandibula, karena tidak menimbulkan morbiditas pada donor, struktur menyerupai tulang manusia, dan ketersediaan yang tinggi.

Rekayasa jaringan merupakan teknologi bidang kedokteran dengan konsep dasar kombinasi sel, scaffold, dan growth factor. Tantangan rekayasa jaringan tulang saat ini adalah menciptakan biomaterial yang ideal baik secara mekanis maupun biologis sehingga dapat terbentuk jaringan tulang dengan didukung vaskularisasi yang baik untuk rekonstruksi suatu defek.

Respon imun penerima terhadap komponen imunogenik jaringan xenogenik merupakan penghalang penting dalam aplikasi scaffold. Respon imun yang tidak diinginkan dapat menyebabkan reabsorpsi prematur, fibrosis implan, reaksi penolakan implan, dan akhirnya kegagalan. Proses deselularisasi (pengangkatan sel yang tersisa) merupakan salah satu strategi untuk menghilangkan sifat imunogenik scaffold xenograft. Proses deselularisasi menghilangkan semua komponen seluler dari jaringan asli, tetapi mempertahankan sebanyak mungkin struktur dan komposisi dari Extra Cellular Matrix (ECM) sehingga diperoleh scaffold osteoinduktif.

Studi in vivo ini dilakukan untuk membandingkan respon tubuh melalui perbandingan kadar serum IL-6, TNF-伪, dan IL-10 setelah implantasi subcutan freeze dried bovine bone scaffold deselularisasi dan non deselularisasi. Sitokin yang diukur dalam penelitian ini adalah sitokin pro-inflamasi IL-6, TNF-伪, dan sitokin pro-anti-inflamasi IL-10. Interleukin-6 (IL-6) merupakan sitokin proinflamasi dimana pertama kali diidentifikasi sebagai faktor stimulator sel-B. IL-6 memiliki berbagai fungsi terkait fungsi regulasi dan koordinasi dari sistem imun, metabolisme, dan sistem saraf. TNF-伪 memulai mediator esensial kaskade inflamasi yang berkorelasi dengan IL-1尾. TNF-伪 merangsang sintesis prostaglandin, resorpsi, dan mengatur diferensiasi dan fungsi osteoblas dan osteoklas. IL-10 adalah sitokin anti-inflammasi multifungsi, modulator imun kritis dan memainkan peran positif dalam menjaga keseimbangan respon imun, meredam umpan balik inflamasi akut, dan menghasilkan loop umpan balik negatif yang menurunkan pelepasan mediator inflamasi. IL-6, TNF-伪, dan IL-10 dalam konteks aksi pro dan anti inflamasi dari sistem imun, mempengaruhi innate immunity dan adaptive immunity terhadap implantasi scaffold.

Sejumlah 60 tikus wistar dibagi dalam 4 kelompok, yaitu subkutan scaffold FDBB, dc-FDBB, DBBM (kontrol positif), dan sham-operated (kontrol negatif). Pada hari ke 2, 7 dan 14 pasca operasi, hewan dianestesi dengan ketamine kemudian dilakukan thoracotomi dan pengambilan darah intra cardiac arch sebanyak 1,5 ml untuk uji ELISA.

Hasil dari uji statistik hari ke 2,7, dan 14 terhadap kadar IL-6 (p=0,539, p=0,254, p=0,733), TNF-伪 (p=0,250, p=0,009, p=0,324), dan IL-10 (p=0,918, p=566, p=0,347 secara keseluruhan menunjukkan hasil (p>0,05) yaitu tidak ada perbedaan signifikan antar keseluruhan kelompok yang diteliti.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan kadar serum IL-6, TNF-伪, dan IL-10 pasca implantasi subkutan freeze dried bovine bone scaffold deselularisasi dan non deselularisasi. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menganalisis respon jaringan terhadap scaffold bovine bone deselulerisasi dan non-deselulerisasi.

Penulis: David B. Kamadjaja

Detail riset: Comparison of serum cytokines il-6, tnf-伪, and il-10 after subcutaneous implantation of decellularized and non decellularized freeze dried bovine bone scaffold (In vivo laboratory research on Rattus Novergicus) Kharisma Nisa, David Buntoro Kamadjaja, Ni Putu Mira Sumarta

Link:

AKSES CEPAT