51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Sudut Gonial Terhadap Usia pada Populasi Surabaya

Ilustrasi by Depositphotos

Mandibula dapat digunakan untuk estimasi usia berdasarkan pengukuran sudut mandibula yang disebut dengan sudut gonial. Salah satu teknik pengukuran sudut gonial adalah dengan menggunakan radiografi penoramik. Sudut gonial tersebut, terbentuk dari sudut mandibula yang dibentuk oleh ramus line (RL) dan mandibula line (ML), di mana RL bersinggungan dengan batas posterior mandibula dan ML adalah batas bawah dari mandibula melalui gnathion. Proses perkembangan sudut gonial pada mandibula dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: faktor genetik, ras, jenis kelamin, nutrisi, hormon, usia, proses penuaan, pola hidup dan obat-obatan.

Perubahan yang terjadi pada sudut gonial dapat digunakan pada bidang ortodontik sebagai indikator pertumbuhan mandibula, selain itu, sudut gonial juga bisa digunakan sebagai parameter untuk melihat perubahan morfologi pada mandibula yang terjadi selama proses bertambahnya usia. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Ohm E dan Silness J yang menemukan hubungan positif yang erat antara sudut gonial dan usia. Sudut gonial dapat berfungsi sebagai adjuvant dan tambahan parameter forensik dan skala pertumbuhan ilmiah, yang digunakan untuk menentukan kelompok usia.

Estimasi usia dapat ditentukan melalui pengukuran mandibula karena mandibula memiliki densitas tulang yang tinggi, kuat dan dapat bertahan lama. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia pertumbuhan dan perkembangan mandibula akan berubah. Pertumbuhan dan perkembangan mandibula pada usia muda akan berlangsung cepat, tetapi akan melambat pada usia tua.

Penelitian Upadhyay et al (2012) di India yang mengukur sudut gonial laki-laki dan perempuan pada kelompok dengan gigi sulung pergantian dan kelompok gigi permanen. Hasil bahwa terdapat hasil yang tidak signifikan pada besar sudut gonial terhadap perbedaan usia. Pada penelitian lainnya oleh Wardhani (2016) tentang pengukuran besar sudut gonial menggunakan 54 sampel radiografi panoramik laki搇aki yang dibagi menjadi tiga kelompok usia menunjukkan bertambahnya usia menyebabkan besar sudut gonial pada laki搇aki akan mengecil.

Salah satu alasan perlu adanya inonvasi terkait estimasi usia di Indonesia, adalah karena Secara geografis, Indonesia di apit oleh dua samudera besar dunia (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik), sedangkan secara geologis Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng utama dunia (lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik). Berdasarkan kondisi alam tersebut, Indonesia sangat berpotensi sekaligus rawan bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor3, sehingga tidak menutup kemungkinan timbulnya korban dalam jumlah besar yang memerlukan identifikasi, seperti kejadian bom bunuh diri yang sedang ramai diperbincangkan di Surabaya saat ini, dan menyebabkan jasad korban hancur serta perlu dilakukan identifikasi.

Identifikasi sendiri meliputi identifikasi usia, jenis kelamin, ras dan tinggi badan4 dan salah satu identifikasi yang sangat penting untuk dilakukan adalah identifikasi usia, karena dapat mempermudah pencarian identitas korban secara spesifik serta memberikan ketenangan psikologis bagi keluarga korban. Usia korban dapat ditentukan melalui tulang dan gigi. Penentuan usia juga dapat ditentukan melalui identifikasi cranium dengan melihat penutupan sutura dan mandibula.

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis signifikansi antara sudut gonial dengan usia melalui media radiografi panoramik, setidaknya 247 sampel radiografi digunakan. Seluruh sampel radiografi terdiri dari rentang usia 4 sampai 62 tahun, untuk mempermudah proses penelitian maka dibagi menjadi 5 kelompok usia yaitu: 4-12 tahun, 13-20 tahun, 21-30 tahun, 31-40 tahun, dam usia 41-62 tahun. Dalam penelitian ini juga menggunakan software RadiAnt DICOM Viewer 4.6.5 untuk mengukur sudut gonial. Analisis data dari hasil penelitian ini dengan menggunakan Two way anova test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar sudut gonial dipengaruhi oleh usia, dimana kelompok usia 4-12 tahun menunjukkan nilai sudut gonial yang paling besar dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Agar dapat memberikan hasil yang lebih maksimal, diperlukan adanya penambahan jumlah sampel dan penelitian yang lebih mendalam sehingga dapat memberikan impact yang lebih baik lagi.

Penulis: Beshlina fitri w., drg., M.Si

Link Jurnal:

AKSES CEPAT