51动漫

51动漫 Official Website

Kunjungi UNAIR, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Berikan Kuliah Umum Kewirausahaan

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri Memberi Materi Kuliah Umum diAula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus MERR-C pada Selasa (28/4/2026). (Foto: PHMP UNAIR)
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri Memberi Materi Kuliah Umum diAula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus MERR-C pada Selasa (28/4/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, MSc melakukan kunjungan ke UNAIR dan mengisi Kuliah Umum dengan tema Young Entrepreneurs For a Better Future of Indonesia. Kegiatan berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus MERR-C pada Selasa (28/4/2026). Tidak hanya itu, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa-mahasiswa yang berpotensi dalam bidang kewirausahaan dengan asosiasi kewirausahaan serta Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dalam satu sesi interaktif. 

Potensi UMKM di Ritel Modern dan Internasional

Wakil Menteri Perdagangan menyebutkan bahwa UMKM Indonesia menyumbang 60% dari PDB Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perdagangan menyiapkan langkah-langkah strategis. Pertama Business Matching, pemerintah berhasil melakukan business matching dengan beberapa ritel modern dari domestik maupun internasional. Di pasar domestik, UMKM telah berhasil memasuki ritel seperti Alfamart, Indomaret, dan Paragon. Pada pasar internasional, UMKM Indonesia telah tersebar mulai MAP hingga IKEA.   淜urang lebih kita melakukan business matching antara 804 UMKM dengan MAP Group, Ikea, Metro, dan ada 107 UMKM yang lulus kurasi, ungkap Wakil Menteri Perdagangan. 

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dan Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, MSc saat sesi penyerahan cinderamata, Selasa (28/4/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Pada langkah kedua, Pemerintah berhasil menandatangani atase perdagangan dengan 33 negara. Indonesia berhasil menandatangani perjanjian perdagangan dengan beberapa negara seperti Selandia Baru, Pakistan, hingga Rusia. Selain dengan negara, Indonesia berhasil menandatangani dengan organisasi internasional yaitu World Trade Organization (WTO). Keberhasilan tersebut tidak dapat dilepaskan dari politik luar negeri Indonesia, yaitu Bebas Aktif. Dengan politik luar negeri tersebut Indonesia berpeluang melakukan kerja sama lintas negara. Pada akhir sambutan, Ibu Dyah Roro menekankan bahwa Pemerintah terus mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

Diskusi Terbuka dengan Mahasiswa

Pada sesi diskusi, terdapat beberapa pertanyaan dari mahasiswa seputar cara menyiapkan bisnis untuk pertama kali hingga bagaimana cara berbisnis di era gejolak geopolitik internasional. Untuk menyiapkan bisnis pertama kali, pelaku usaha mengetahui tujuan dari berbisnis. Tidak lupa, Ibu Dyah Roro merekomendasikan buku Start with Why karya Simon Sinek. Rasa overthinking sering timbul ketika memulai bisnis. Beliau berharap mahasiswa mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan mengambil langkah kecil secara konsisten. 淥rang-orang sukses tidak terlihat berapa kali mereka gagal sebelum berhasil, tegasnya. 

Untuk menjawab kondisi geopolitik yang sedang bergejolak. Ibu Dyah Roro menekankan tantangan global menjadi peluang untuk Indonesia tumbuh mandiri. Indonesia bisa menyediakan ketahanan pangan hingga energi. Acara ditutup dengan pesan kepada mahasiswa untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain dan memperluas relasi. 淜eberhasilan itu pasti menunggu kita. Tergantung dari kita, mau menjemputnya secepat apa,  pungkas Ibu Dyah Roro.

Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT