51动漫

51动漫 Official Website

LPJPHKI UNAIR Kenalkan Potensi Data Sekunder untuk Publikasi Ilmiah

Prof Miftahussurur dr MKes SpPDKGEH PhD FINASIM saat memaparkan materi dengan topik potensi publikasi dengan menggunakan data sekunder (foto: istimewa)
Prof Miftahussurur dr MKes SpPDKGEH PhD FINASIM saat memaparkan materi dengan topik potensi publikasi dengan menggunakan data sekunder (foto: istimewa)

UNAIR NEWS – terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam pengembangan publikasi di 51动漫 (UNAIR). Menanggapi isu tersebut, LPJPHKI menghadirkan serangkaian kegiatan Festival Data Sekunder. Kali ini, terlaksana sosialisasi data sekunder pada Senin (27/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Ketua LPJPHKI UNAIR, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD menyebut bahwa Festival Data Sekunder hadir sebagai wadah yang akan mendukung publikasi di UNAIR. Ia berharap, Festival Data Sekunder dapat membawa dampak nyata bagi dosen maupun mahasiswa. 

淗arapannya akan ada output dari festival review. Saya rasa Festival Data Sekunder memiliki nilai intervensi kognitif berbasis mindfulness yang luar biasa. Di data beban penyakit dan berbagai isu sosial lainnya, data sekunder menempati urutan atas. Dengan adanya efisiensi, harapannya data sekunder yang tersedia gratis dan bermanfaat dapat diakses. Sehingga peluang yang ada akan luar biasa besar, ungkapnya.

Data Sekunder Terbuka dan Jenisnya

Sebagai Pemateri Utama, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Prof Miftahussurur dr MKes SpPDKGEH PhD FINASIM menjelaskan bahwa ada dua jenis data penelitian, yakni data observasional serta data eksperimental. Data observasional berasal dari pengamatan terhadap suatu perilaku atau aktivitas. Sedangkan, pengumpilan data eksperimental intervensi aktif oleh peneliti untuk menghasilkan dan mengukur perubahan atau menciptakan perbedaan ketika adanya modifikasi pada suatu variabel. 淜arena data observasional dikumpulkan secara real time, data ini akan sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dibuat ulang jika hilang. Sedangkan data eksperimental sering kali dapat diproduksi. Namun, prosesnya memerlukan biaya yang cukup besar, jelasnya.

Ia menambahkan terkait data sekunder terbuka, yakni data yang terkumpul oleh orang lain dan tersedia oleh umum, sehingga memungkinakan penelitian yang lebih luas. Ia menekankan bahwa data sekunder terbuka memiliki tantangan penggunaan seperti perlu adanya peningkatan kompetensi dosen atau peneliti. 淪umber datanya diperoleh dari berbagai sumber, seperti hasil survei, penelitian terdahulu, maupun lembaga pemerintah dan swasta yang menyediakan data untuk publik. Contohnya seperti riset kesehatan, sosial, dan ekonomi, imbuhnya.

Kunci Penting Seorang Peneliti

Lebih lanjut, Prof Miftahussurur menegaskan ada empat manfaat utama dari penggunaan data sekunder terbuka. Empat manfaat tersebut adalah hemat waktu, efisiensi biaya, akses ke data berkualitas, serta kolaborasi peneliti. Ia menekankan data sekunder dapat membuka peluang luar biasa untuk riset dan publikasi jurnal. 淗emat waktu karena tidak perlu melakukan pengumpulan data baru dari awal, tidak ada pengeluaran tambahan untuk pengambilan data di lapangan. Selain itu, memberikan kesempatan memperoleh data berkualitas tinggi yang mungkin sulit berjalan secara mandiri, dan mendorong kerja sama antar-peneliti dari berbagai bidang untuk saling berbagi pengetahuan serta hasil penelitiannya, tegasnya.

Prof Miftahussurur menekankan pentingnya seorang peneliti untuk memiliki kompetensi riset. Kompetensi seperti pengetahuan metodologi penelitian, kemampuan analisis data, kemampuan penulisan ilmiah, keterampilan pengajuan dan manajemen hibah. Selain itu, kolaborasi dan jaringan, pengajaran berbasis riset, hingga penerapan penelitian dan pemahaman etik publikasi. Akan tetapi, ia menyebutkan bahwa metode penelitian menggunakan data sekunder juga memiliki kekurangan tersendiri. 淒atanya terkadang tidak spesifik dan tidak dirancang khusus. Sehingga kurang sesuai dengan hipotesis penelitian serta adanya keterbatasan variabel dan tidak mencakup kebutuhan penelitian, paparnya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto 

AKSES CEPAT