Rokok tembakau mengandung tidak kurang dari 7.000 senyawa di mana 250 senyawa di antaranya termasuk dalam kategori senyawa karsinogenik ataupun berbahaya. Nikotin merupakan alkaloid yang memiliki aktivitas psikoaktif dan umum ditemukan dalam tanaman tembakau. Paparan nikotin terus menerus secara fisiologis mengakibatkan adiksi dan perilaku kompulsif untuk memperoleh nikotin. Adiksi nikotin terjadi karena paparan nikotin kronis mengaktivasi reseptor asetilkolin nikotinik (nAChRs) pada neuron dopaminergik untuk meningkatkan pelepasan dopamine di system mesokortikolimbik.
Dalam studi adiksi kokain, peningkatan spesies oksigen reaktif (ROS) menyebabkan penurunan aktivitas antioksidan endogen secara tidak langsung melalui peningkatan dopamine dalam sistem mesokortikolimbik. Hal ini menyebabkan stres oksidatif (OS). Hal yang sama terjadi pada nikotin, di mana paparan nikotin menghasilkan produksi ROS yang berkontribusi pada adiksi. Studi in vivo menunjukkan bahwa nikotin dengan konsentrasi rendah (0.1 碌M) menginduksi peningkatan signifikan ROS dalam sel mesensefalik. Pemberian nikotin pada tikus menurunkan aktivitas superoksida dismutase (enzim antioksidan) secara signifikan, sehingga meningkatkan produksi ROS dan menyebabkan OS. Peningkatan ROS, jika tidak diimbangi dengan antioksidan endogen, seperti SOD, menyebabkan desensitisasi nAChRs yang berimplikasi pada peningkatan risiko adiksi nikotin.
Andrographolide merupakan senyawa aktif yang berasal dari tanaman Andrographis paniculata yang memiliki banyak kegunaan, salah satunya sebagai antioksidan alami. Senyawa ini dapat terdistribusi melalui sawar darah-otak 媼dan bertindak sebagai pelindung saraf. Dalam satu penelitian, pemberian andrographolide meningkatkan aktivitas superoksida dismutase. Ini menurunkan produksi ROS di mitokondria otak tikus yang terpapar nikotin. Epigallocatechin gallate (EGCG) adalah antioksidan katekin yang paling kuat dan juga dikenal sebagai penangkap radikal bebas. Kemampuan EGCG sebagai penangkap radikal bebas dibuktikan dengan kemampuannya untuk meredam radikal OH 100 kali lebih efektif daripada manitol, penangkap radikal OH yang khas. Lebih lanjut, EGCG diketahui meningkatkan ekspresi faktor nuclear erythroid 2-related factor 2 (Nrf2) dan 纬-glutamyl cysteine 媼synthetase (纬-GCS), sehingga meningkatkan kapasitas antioksidan dan mendorong perbaikan cedera OS. Studi lain pada hewan percobaan mengungkapkan bahwa EGCG mencapai otak dan terbukti mengurangi kerusakan oksidatif pada otak tikus. yang penuaannya dipercepat sepuluh kali lipat. Dengan demikian, andrographolide dan EGCG potensial untuk dikembangkan sebagai pendekatan terapeutik dalam mengatasi risiko kecanduan nikotin.
Tiga puluh lima ekor mencit Balb/c jantan yang dibagi menjadi tujuh kelompok digunakan dalam penelitian ini. Reagen yang diberikan adalah normal saline 1,0 mL/kg BB sebagai kelompok kontrol, nikotin 0,5 mg/kg BB, cigarette smoke extract (CSE) 1,0 mg/kg BB, andrographolide 50 mg/kg BB, dan EGCG 50 mg/kg BB sebagai perlakuan awal. Preferensi tempat yang dikondisikan (conditioned place preference; CPP) dengan metode desain bias digunakan untuk mengevaluasi efek hadiah yang disebabkan oleh nikotin dan CSE. Beberapa tahapan yang dilakukan yaitu pre-conditioning, conditioning, post-conditioning, extinction, and reinstatement tests.
Antioksidan alami andrographolide dan EGCG diketahui dapat mencegah dan melindungi terhadap kerusakan oksidatif karena menarik ROS dan meningkatkan antioksidan endogen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dilakukan penelitian tentang potensi antioksidan alami andrographolide dan EGCG pada risiko kecanduan yang disebabkan oleh nikotin atau CSE. Penelitian ini menggunakan metode CPP untuk menilai kecanduan yang terdiri dari beberapa fase, antara lain preconditioning, conditioning, dan postconditioning dan dilanjutkan dengan uji reinstatement untuk melihat efek penguatan obat. Penggunaan CPP sebagai metode untuk menilai adiksi sangat ideal untuk menguji hewan percobaan dalam keadaan bebas obat sehingga efek pengganggu akibat pemberian obat dihilangkan. Metode CPP juga sensitif terhadap efek reward dan fleksibel untuk beradaptasi dengan berbagai jenis spesies hewan percobaan. Berdasarkan skor CPP, baik kelompok nikotin dan CSE meningkatkan efek reward secara signifikan dibandingkan dengan kelompok normal saline. Sedangkan pada kelompok nikotin + andrographolide dan CSE + andrographolide serta kelompok nikotin + EGCG dan CSE + EGCG tidak terjadi peningkatan reward effect.
Temuan ini menunjukkan bahwa andrographolide dan EGCG menurunkan risiko adiksi dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai terapi pencegahan untuk berhenti merokok. Penelitian lebih lanjut untuk mempelajari mekanisme kerja andrographolide dan EGCG dalam menurunkan risiko kecanduan nikotin dan uji klinis perlu dilakukan untuk mendukung temuan penelitian ini.
Nama Lengkap : apt. Mahardian Rahmadi, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Link Artikel Jurnal :





