51动漫

51动漫 Official Website

Anemia sebagai penyebab kompleks dari eritema multiforme yang diinduksi obat pada Anak

ilustrasi anemia (foto: klikdokter)

Eritema multiforme (EM) adalah gangguan imun akut yang ditandai dengan munculnya lesi target pada membran mukokutan, seperti bibir, lidah, dan mukosa mulut. Prevalensi kasus eritema multiforme yang diinduksi obat (Drug-Induced Erythema Multiforme/DIEM) jarang terjadi, kurang dari 10%, dan seringkali dipicu oleh obat anti inflamasi non steroid, antikonvulsan, atau antibiotik. Tata laksana yang tepat dan deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Di kesempatan ini kami melaporkan pasien anak laki-laki berusia 3 tahun datang dengan keluhan terdapat luka kehitaman dan pengelupasan pada bibir selama satu minggu. Sebelumnya, pasien mengkonsumsi spiramisin dan deksametason untuk radang tenggorokan. Setelah 3 hari penggunaan obat, muncul luka yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan pasien kesulitan untuk makan. Dari pemeriksaan klinis menunjukkan terdapat krusta kehitaman pada bibir dan terdapat lesi khas target di sekitar bibir. Tidak didapatkan lesi di bagian rongga mulut maupun bagian tubuh lain. Diagnosis DIEM dikonfirmasi, dan pasien diinstruksikan untuk menghentikan obat yang telah diresepkan dokter untuk radang tenggorokan.

Rencana perawatan pada pasien ini diberikan terapi dengan antihistamin sirup dan ibuprofen sirup, debridemen dengan larutan saline pada lesi di bibir, kemudian dilanjutkan dengan pengolesan racikan topikal steroid serta antibiotik. Setelah 24 hari, kondisi lesi membaik secara bertahap, pasien merasa lebih nyaman namun masih terdapat deskuamasi pada bibir. Kemudian pasien diinstruksian untuk melakukan pengujian darah lengkap untuk mengetahui apakah ada keterlibatan kondisi sistemik. Dari hasil uji lab darah lengkap menunjukkan pasien mengalami anemia defisiensi besi dengan kadar hemoglobin rendah. Pasien dirujuk ke dokter spesialis anak terkait kondisi tersebut dan diberikan pengobatan suplemen zat besi selama 2 bulan. Pada saat hari ke-60 pasien datang untuk kontrol dan lesi sembuh sepenuhnya.

DIEM adalah varian langka yang memerlukan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kondisi ini disebabkan oleh reaksi terhadap obat, termasuk antibiotik dan antiinflamasi. Anemia defisiensi besi yang menyertai kondisi ini dapat memperlambat penyembuhan lesi. Penegakan diagnosis DIEM didasarkan pada riwayat penggunaan obat dan pemeriksaan klinis. Dalam kasus ini, anemia diidentifikasi sebagai faktor yang memperlambat penyembuhan, sehingga diperlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter anak dan dokter spesialis gigi anak untuk mempercepat pemulihan.

Nama : Ardianti Maartrina Dewi, drg., M.Kes., Sp.KGA (K)

Link:

Journal of Dentomaxillofacial Science (J Dentomaxillofac Sci) August 2024, Volume 9, Number 2: 135-138. P-ISSN 2503-0817, E-ISSN 2503

AKSES CEPAT