UNAIR NEWS Tim PKM-Pengabdian Masyarakat (PM) Fakultas Psikologi 51动漫 (UNAIR) berhasil meraih pendanaan. Tim tersebut mengusung nilai moral kultur budaya Sunan Ampel yang sudah mulai terkikis zaman. Tim ini beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Fadiani Risqita Mamang (Ketua), Maria Vanessa Ferdianto, Mardhatillah Syahrani Fauziah, Virgiata Adzani Susanto, Deva Sheika Rahita. Pengabdian ini di bawah bimbingan Herdina Indrijati, M Psi. Psikolog sebagai dosen pembimbing tim.
Mendengar Masalah Mitra
Sanggar Alang-Alang merupakan lembaga non-profit yang menampung anak jalanan sebagai salah satu bentuk pendidikan alternatif yang bersifat non-formal. Mendengar banyaknya anak-anak di Surabaya yang terjerumus kedalam isu kenakalan remaja seperti tawuran, balapan liar, dan minuman beralkohol membuat mitra menjadi khawatir. Ditambah lagi, kerap kali anak-anak anggota sanggar sering menyaksikan penyimpangan moral secara langsung seperti transaksi narkotika dan pekerja seks komersil. Bahkan salah satu rumah anggota anak sanggar berada di lantai bawah bangunan transaksi pekerja seks komersil.
Mitra khawatir jika dibiarkan dan tidak diberikan edukasi yang tepat, anak-anak akan meniru atas apa yang mereka lihat dan menganggap kenakalan remaja menjadi suatu hal yang normal. Padahal dampaknya dapat begitu luar biasa hingga mempengaruhi masa depan.
Pendekatan Budaya
Kami menyadari bahwa dibutuhkan metode yang tepat dan mudah diterima khususnya untuk melakukan intervensi kepada remaja. Setelah berdiskusi dengan mitra, kami menemukan bahwa pendekatan kultural dirasa dapat menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengintervensi kenakalan remaja di Kota Surabaya.
Kota Surabaya memiliki nilai kultural yang melekat di masyarakatnya, salah satunya yakni ajaran Sunan Ampel yaitu ajaran Moh Limo yang merupakan strategi dakwah kultural sekaligus filosofi Islam yang mampu membangun landasan keagamaan dan moralitas yang kuat dalam masyarakat, termasuk di kalangan remaja. Sehingga dinilai mampu membantu menanggulangi perilaku juvenile delinquency
Untuk itu kami hadir membawakan moh limo adventure untuk memberikan inovasi program pengabdian masyarakat yang berjudul 淧enguatan Self Control dan Moral Awareness Berbasis Nilai kKltural Moh Limo sebagai Upaya Penanggulangan Juvenile Delinquency Anak Jalanan di Surabaya. Harapannya, program ini turut mendukung poin ke-4 SDGs, yakni quality education.
Penulis: Tim PKM-PM
Editor: Yulia Rohmawati





