51动漫

51动漫 Official Website

Apa pandangan Mahasiswa UNAIR Tentang Organisasi?

Foto bersama pengurus BEM FISIP periode 2023-2024 (sumber foto: dokumentasi Aulia Thaariq Akbar)

UNAIR NEWS – Ada banyak pandangan mahasiswa 51动漫 (UNAIR) tentang organisasi. Banyak yang pro, banyak pula yang kurang pro. UNAIR NEWS berkesempatan menggali pandangan mahasiswa soal organisasi.

Di antaranya adalah Berlian Putri Bintang Surga dan Alandra Camellia, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris; serta Divanadya Pandu P P dan Lala Citra Susanty, mahasiswa program studi Kesehatan Masyarakat. Bagaimana pandangan mahasiswa?

Prioritas Akademik

Menurut Berlian, organisasi membuat waktu, materi, dan tenaga terkuras habis. Selain itu, proporsi pembagian waktu antara kuliah dan keaktifan organisasi menjadi pertimbangan utama dalam mewujudkan impiannya. 

Mahasiswa yang kerap disapa Bebe tersebut juga mengatakan bahwa sering ketika berada satu kelompok dengan mahasiswa yang aktif organisasi, temannya tersebut malah mengesampingkan tugas kuliah dan lebih mementingkan organisasi. Itu jugalah yang membuat Bebe merasa lebih baik fokus pada satu hal dan selesaikan dengan baik. Yaitu, pendidikan akademik.

So, I think, for me kalau join organisasi, punya keinginan lulus cepat dengan nilai baik itu bakal tabrakan dan persentase keinginan itu terwujud jadi kecil. Karena, kita juga harus memilih prioritas yang baik, katanya.

Terlalu Drama

Di samping itu, sosok introvert membuat Diva memilih tidak menggeluti dunia organisasi yang jangka waktu pelaksanaannya terbilang panjang. Selain terasa memiliki dinamika yang tidak stabil, di organisasi juga terdapat beberapa hal yang kurang cocok dengan dirinya.

淒alam organisasi pun saya merasa terlalu banyak drama di dalamnya. Yang mana menghabiskan waktu saya untuk menjalankan aktivitas yang lain, katanya.

Belum Minat

Senada dengan Diva, Lala menyebut organisasi belum memiliki nilai yang sesuai bagi pengembangan dirinya. Sebab, terpaksa untuk melakukannya akan menyebabkan ketidakseimbangan antara proses pembelajaran di dalam perkuliahan dan organisasi.

Alternatif Kegiatan

Bebe mengakui banyak cara buat bagi dirinya untuk mengasah soft skill dan menambah pengalaman. Tidak hanya melalui organisasi, kita bisa mengikuti kegiatan internship, relawan, dan kelas yang tentu mempertajam softskill, hardskill, menambah relasi, serta pengalaman level awal dunia kerja. Dari hal tersebut, tentu jejaring dalam terjun ke dunia profesional akan lebih bisa tersiapkan.

淲alaupun kelas-kelas itu berbayar, namun lebih worth daripada organisasi yang suka rapat berjam-jam, namun tidak jelas ujungnya. Hasilnya, yang membuat drained mentally and physically, ungkapnya.

Selain itu, imbuh Bebe, ada beberapa volunteer yang dia ikuti untuk memberikan uang bulanan yang cukup buat akomodasi dan makan selama sebulan. Belum lagi, lingkungan kerja yang nyaman karena dapat sharing dengan partner kerja terkait lowongan kerja atau internship, dan lain-lain.

Menambahkan Bebe, Alandra mengatakan hal yang sama. Yaitu, soft skill dapat terasah dengan melakukan hal yang baginya suka. Misalnya, menulis article writing, cerita fiksi, dan membaca buku-buku yang dapat mengasah soft skill lainnya.

Selain itu, menjadi kepercayaan dosen dalam Research Assistant  dapat meningkatkan pengalaman dan soft skill bagi Alandra. Karena, dengan tenggat waktu tugas-tugasnya dapat berguna ke depan saat memasuki lingkungan yang lebih intensif.

淪aya memiliki waktu setidaknya 2 jam untuk menulis. Karena, hobi yang sekarang menjadi salah satu dasar impian dan membuat saya menemukan komunitas menulis berskala internasional. Sehingga kita saling memberikan informasi serta ilmu, ungkapnya.

Bagi Diva, soft skill dan jiwa kepemimpinan dapat terasah melalui pelatihan dan program beasiswa. Karena, itu membuat Diva lebih matang di dunia kerja nantinya.

Dan, Lala juga menjelaskan bahwa pada mata kuliah di Kesehatan Masyarakat pasti ada tugas kelompok atau project. Dengan demikian, itu juga dapat mengasah soft skill-nya dengan maksimal.

Anindra Habibi Ayu Setiandar menerima penghargaan juara 1 Duta Lingkungan Jawa Timur 2023 pada Minggu (7/5/2023) di Ciputra World Surabaya. (Foto: Istimewa)
Anindra Habibi Ayu Setiandar menerima penghargaan juara 1 Duta Lingkungan Jawa Timur 2023 pada Minggu (7/5/2023) di Ciputra World Surabaya. (Foto: Istimewa)
Lalu, Bagaimana Maknai Organisasi?

Bagaimana pandangan mahasiswa? Bagi Bebe, organisasi kampus banyak yang tidak sesuai dengan harapan mahasiswa. Karena, banyak organisasi saat ini yang mengatasnamakan kekeluargaan, namun banyak meminta pungutan iuran dan tidak memberikan hak mereka sebagai organisator seperti konsumsi dan lain-lain.

淟ingkungan organisasi kampus sendiri kebanyakan grouping. Walaupun, bawa embel-embel kekeluargaan. It’s all bullshit and everyone’s know it. Buat nggak nyaman dengan banyak iuran, jarang dapet konsumsi, tekanan buat bagi waktu dan energi antara kuliah dan organisasi yang juga nggak main-main, tutup Bebe.

Sedangkan Bagi Alandra, organisasi itu bagus, namun bukan sebuah keharusan. Dengan struktur organisasi baik, proker yang jelas, dan kating atau profesional yang berpengalaman, organisasi merupakan suatu tempat yang baik untuk mengasah softskill. Namun, Alandra merasa organisasi bukanlah satu-satunya tempat yang bisa mendapatkan semua keuntungan itu.

淭idak semua orang cocok berorganisasi karena satu dan dua hal. Orang yang berorganisasi pun belum tentu lebih baik dari yang tidak. Begitu juga dengan sebaliknya, ucapnya.

淚tulah mengapa, kitalah yang dapat menentukan jalan mana yang cocok dengan kita. Dari kepribadian, kesehatan mental, kekuatan fisik, dan faktor-faktor lainnya, imbuh Alandra.

Lalu, bagi Diva, organisasi itu hanya sebagai penambah sebuah relasi yang tentu bisa berasal dari luar kegiatan kuliah. Sehingga bagi Diva yang notabene adalah anak Introvert, mengikuti organisasi justru membuatnya kehabisan energi.

Dan terakhir, secara tidak langsung Lala berpendapat bahwa ada seseorang bisa mendapat banyak hal bukan hanya bersala dari organisasi. Banyak cara yang berbeda dan tidak hanya melalui organisasi. 

淪aya juga bukan tipe orang yang suka dengan hal yang terikat. Sehingga saya ingin menjadi hidup yang saya mau tanpa memaksakan value saya kepada orang lain, ujarnya.

淪ehingga meski demikian, saya tetap salut kepada teman-teman yang bisa melakukan kuliah dan aktif dalam organisasi, tutupnya.

Penulis: Monika Astria Br Gultom

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Organisasi Adalah Pilar Pembangunan Kritisisme Mahasiswa

Organisasi Kemahasiswaan Perlu Ada Pembaruan Relevansi

AKSES CEPAT