51

51 Official Website

Apakah Kombinasi DBMHydroxyapatite Bisa Menjadi Alternatif Aman untuk Fusi Tulang Belakang?

5 Prinsip Penanganan Cedera pada Tulang Belakang
Ilustrasi tulang belakang (sumber: Kompas)

Fusi tulang belakang merupakan prosedur penting untuk menangani berbagai gangguan tulang belakang seperti saraf terjepit, ketidakstabilan tulang, hingga deformitas. Tujuannya sederhana: membuat dua ruas tulang belakang menyatu agar lebih stabil dan tidak menimbulkan nyeri. Namun keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada bahan cangkok tulang yang digunakan.

Selama bertahun-tahun, autograft dari tulang panggul pasien sendiri menjadi standar emas karena memiliki kemampuan lengkap untuk menumbuhkan tulang baru. Sayangnya, metode ini tidak selalu ideal. Banyak pasien mengalami nyeri kronis di area pengambilan tulang, risiko infeksi, serta keterbatasan jumlah jaringan.

Untuk mengatasi hal ini, para ahli ortopedi mulai memanfaatkan bahan alternatif, salah satunya gabungan Demineralized Bone Matrix (DBM) dan Hydroxyapatite (HA). DBM memberikan sinyal biologis untuk merangsang pembentukan tulang (osteoinduksi), sementara HA bertindak sebagai kerangka kokoh tempat tulang baru tumbuh (osteokonduksi). Kombinasi ini diyakini memberikan efek sinergis. Tapi, apakah benar efektif?

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru menganalisis penelitian dari berbagai negara untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dari 929 artikel awal, hanya 3 penelitian dengan total 255 pasien yang memenuhi kriteria kualitas dan bisa dianalisis lebih dalam. Ketiga studi ini melibatkan operasi fusi pada tulang leher dan tulang pinggang dengan berbagai teknik seperti ACDF, PLIF, TLIF, dan posterolateral fusion.

Hasil Utama: Efektivitas Setara dengan Cangkok Tulang Konvensional

Analisis gabungan menunjukkan bahwa tingkat penyatuan tulang (fusion rate) pada DBMHA tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan bahan lain seperti autograft, HA murni, atau campuran HA-TCP. Fusion rate DBMHA berkisar 5289%, angka yang sebanding dengan bahan standar lain dalam dunia ortopedi.

Selain itu, kedua kelompokbaik DBMHA maupun kontrolmenunjukkan perbaikan yang mirip dalam skala nyeri (VAS) dan fungsi harian seperti Oswestry Disability Index (ODI). Ini menunjukkan bahwa pasien mendapatkan manfaat klinis yang sama, terlepas dari jenis bahan cangkok yang digunakan.

Mengapa Temuan Ini Penting?

DBMHA hadir sebagai opsi yang lebih aman, lebih tersedia, dan menghindari pengambilan tulang pasien sendiri, sehingga mengurangi risiko komplikasi. Kombinasi ini sangat membantu pada pasien lanjut usia, penderita osteoporosis, atau mereka yang tidak cocok untuk prosedur autograft.

Meski begitu, penelitian ini mencatat adanya perbedaan antarstudi, mulai dari teknik operasi hingga standar evaluasi radiologis. Heterogenitas ini membuat peneliti menekankan perlunya uji klinis berskala besar untuk memastikan efektivitas DBMHA dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi DBMHA merupakan alternatif layak dan aman untuk operasi fusi tulang belakang, dengan hasil penyatuan tulang dan perbaikan fungsi yang setara dengan cangkok tulang konvensional. Meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan, bahan ini berpotensi menjadi solusi penting di masa depan terutama bagi pasien yang tidak dapat menjalani pengambilan tulang autograft.

Penulis : Faried Himawan, Lukas Widhiyanto
Judul Artikel : Investigating the effect of combination between demineralized bone matrix and hydroxyapatite in spinal fusion: A systematic review and meta analysis
Jurnal : Journal of Orthopaedic Reports
Tautan :

AKSES CEPAT