51动漫

51动漫 Official Website

Apakah Rokok Elektronik Lebih Aman untuk Kesehatan Jaringan Periodontal?

Foto by Halodoc

Penyakit yang berhubungan dengan merokok adalah masalah kesehatan masyarakat yang umum yang mempengaruhi orang di seluruh dunia. Menurut data WHO, prevalensi merokok di antara orang berusia 15 tahun di negara berpenghasilan tinggi diperkirakan menjadi 22,4% pada tahun 2020 dan 20,5% pada tahun 2025. Sementara itu, WHO memproyeksikan 22,4% dan 20,5% untuk negara berpenghasilan menengah ke atas, dibandingkan 10,7% dan 9,8% untuk negara berpenghasilan rendah. Data yang diproyeksikan menunjukkan penurunan dari tahun 2020 hingga 2025, tetapi WHO memperkirakan bahwa 10% kematian pada tahun 2020 akan disebabkan oleh merokok. Akibatnya, merokok telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama dunia.

Penyakit periodontal merupakan penyakit rongga mulut yang menempati urutan pertama dalam buku rekor dunia tahun 2001 sebagai penyakit umum yang sering dijumpai di masyarakat. Periodontitis, karena prevalensinya yang tinggi, dikenal sebagai masalah utama kesehatan mulut global. Periodontitis dapat berdampak negatif pada struktur pendukung gigi yang menyebabkan penurunan dukungan periodontal pada gigi, merusak fungsi pengunyahan gigi dan juga estetika wajah, menjadi sumber awal infeksi sistemik dan tentu saja merusak kualitas hidup penderitanya. Studi dari tahun 1990-2010 menunjukkan bahwa periodontitis parah adalah penyakit dengan prevalensi keenam tertinggi (11,2%) dengan peningkatan prevalensi sebesar 57,3% dalam 10 tahun. Merokok dikenal sebagai faktor risiko yang mendorong kerusakan jaringan periodontal. Baik merokok dan periodontitis saat ini dianggap sebagai masalah kesehatan umum secara global.

Beberapa negara kini memiliki undang-undang yang mengatur dan membatasi penggunaan tembakau di tempat umum. Rokok elektronik (E-cigs) telah muncul sebagai alternatif populer untuk rokok di kalangan perokok remaja untuk pertama kalinya atau mantan perokok yang lebih memilih E-cigs untuk digunakan untuk berhenti merokok. Efek rokok elektrik atau vaping pada kesehatan mulut, khususnya jaringan periodontal, jarang dilaporkan dalam literatur.

Tinjauan oleh Wijaksana dan Megasari (2022) menemukan bahwa E-cigs tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan rokok tembakau, dengan hasil yang sebanding antara perokok E-cigs dan non-perokok pada beberapa parameter kesehatan periodontal klinis, yaitu kedalaman probing rata-rata, kehilangan perlekatan klinis, skor indeks plak (PI) dan indeks perdarahan papiler (PBI). Sebaliknya, penelitian ini mengungkapkan bahwa perdarahan pada tingkat probing lebih tinggi pada non-perokok daripada perokok.

Kesimpulannya, dalam hal kesehatan jaringan periodontal, E-cigs tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan rokok tembakau. Hasil ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati karena saat ini tidak ada cukup data untuk menyelidiki efek E-cigs pada kesehatan periodontal melalui parameter klinis. Oleh karena itu, tidak merokok ataupun berhenti merokok adalah pilihan terbaik untuk dapat menjaga kesehatan jaringan periodontal dan juga kesehatan umum.

Penulis: I Komang Evan Wijaksana

Artikel penuh dapat dilihat pada laman:

Wijaksana, I. K. E., & Megasari, N. L. A. (2022). E恈igarettes effect on periodontal health: a systematic review. Odonto: Dental Journal, 9(2), 231-240.

AKSES CEPAT