51动漫

51动漫 Official Website

Asam heksadekanoat: suatu kandidat obat antikanker mulut yang menjanjikan melalui evaluasi genotoksisitas pada mikronuklei dan induksi apoptosis

Ilustrasi kanker mulut. (Sumber: halodoc)

Mikronuklei (MN) adalah struktur kecil yang berfungsi sebagai penanda transisi dari sel normal menuju sel kanker. Struktur ini biasanya muncul sebagai nukleus tambahan yang ditandai dengan ukuran kecil dan bentuk bulat hingga oval, terdiri dari kromatin sitoplasma yang terletak dekat dengan nukleus utama. Selain itu, pembentukan MN sering terjadi akibat paparan senyawa genotoksik, seperti 7,12-dimetilbenz(a)antrasena (DMBA) atau benzopiren, yang menyebabkan kerusakan kromosom dan DNA. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa MN berfungsi sebagai biomarker untuk pertumbuhan sel kanker akibat mutasi genetik, yang mengarah pada penggunaannya sebagai indikator awal kerusakan asam deoksiribonukleat (DNA) untuk tujuan pencegahan. Dalam kondisi patologis, seperti kanker mukosa epitel oral, sel abnormal menunjukkan replikasi kromatid yang menyimpang dan fragmentasi kromosom, yang mengarah pada kegagalan pemisahan yang tepat menuju kutub sel. Segregasi yang cacat ini biasanya menyebabkan pembentukan jembatan nukleoplasma (NPB) dan MN. NPB berasal dari kromosom disentris, yang biasanya terbentuk akibat kesalahan dalam perbaikan kerusakan DNA, fusi ujung telomer, dan kegagalan dalam dekatenasi.
Terapi optimal untuk pasien kanker mulut memerlukan metode yang komprehensif, yang terdiri dari pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi. Radiasi dan kemoterapi juga dilaporkan memainkan peran penting dalam pengelolaan kondisi ini. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan baru serta metode terapeutik yang efektif dan spesifik yang menargetkan protein sel kanker. Salah satu kandidat potensial yang sedang diteliti sebagai agen antikanker adalah getah dari bonggol pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum (L) Kunz) (MP). Getah dari tanaman ini telah menunjukkan penyembuhan luka melalui peningkatan proliferasi fibroblas dan angiogenesis. Selain itu, analisis kimia ekstrak etanol dari Musa paradisiaca (EEMP) telah menunjukkan adanya beberapa senyawa dengan potensi sifat antikanker melalui aktivasi caspase-3. Senyawa-senyawa ini termasuk asam heksadekanoat, ester metil, asam n-heksadekanoat, asam pentadekanoat, 14-metil-, ester metil, asam heptadekanoat, 16-metil-, ester metil, dan asam 9,12-oktadekadienoat, semuanya termasuk dalam turunan asam palmitat. Asam heksadekanoat dilaporkan merupakan  komposisi tertinggi dalam EEMP dan menunjukkan sitotoksisitas pada kultur sel kanker mulut dengan konsentrasi penghambatan (IC50) sebesar 15 渭g/mL. Senyawa asam palmitat dalam MP juga berperan dalam menekan kanker, seperti kanker kolorektal, paru-paru, dan melanoma. Mekanisme antikanker dari senyawa-senyawa ini terkait dengan sitotoksisitas, penghentian siklus sel, apoptosis, efek antioksidan, dan efek anti-inflamasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mebuktikan efek EEMP dalam mengurangi frekuensi pembentukan MN pada mukosa bukal tikus yang diinduksi dengan DMBA dan induksi apoptosis.

Metode dan hasil

Dua puluh tikus jantan dibagi menjadi lima kelompok. Kontrol negatif diberikan aquades secara oral (K-) dan kontrol positif diinduksi dengan 0,5% DMBA (K+). Selain itu, kelompok perlakuan diinduksi dengan 0,5% DMBA dan diberikan ekstrak etanol MP (EEMP) pada dosis 1 mg/kgBB/hari (EEMP1), 2 mg/kgBB/hari (EEMP2), dan 4 mg/kgBB/hari (EEMP3), masing-masing. DMBA diterapkan pada mukosa mulut selama 14 minggu, diikuti dengan pemberian EEMP secara oral setelah nodul muncul selama 10 hari. Pemeriksaan MN dilakukan menggunakan metode papanicolaou, sementara apoptosis dinilai menggunakan uji TUNEL. Pemberian EEMP secara oral dengan dosis 4 mg/kg BB selama 10 hari pada tikus menunjukkan frekuensi MN yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lain dengan perbedaan signifikan pada p=0,000 (p<0,05). Selain itu, dosis EEMP sebesar 4 mg/kgBB meningkatkan apoptosis sel epitel yang bertransformasi menuju keganasan pada p=0,000 (p<0,05).

Simpulan

Pemberian EEMP dapat mengurangi frekuensi MN pada lesi prakanker mukosa mulut yang diinduksi oleh DMBA. Penurunan MN disebabkan oleh pemberian EEMP melalui mekanisme peningkatan apoptosis untuk mencegah kanker mulut.

Penulis: Prof. Dr. Hendrik Setia Budi, drg., M.Kes.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Muzari K, Mufidah N, Budi HS, Shen YK, Anitasari S, Prameswari N. A promising oral anticancer of hexadecanoic acid on genotoxicity evaluation of micronuclei and apoptosis induction. Brazilian Journal of Biology. 2025 May 12;85:e291091.

AKSES CEPAT