Informasi asimetri premium’ digunakan untuk mencari jawaban atas munculnya sentimen investor terhadap dividen di pasar modal. Penelitian sebelumnya hanya mampu membuktikan bahwa ‘dividen premium’, yang bertindak sebagai sentimen investor terhadap dividen, mempengaruhi kebijakan dividen. Namun, kondisi yang mendasari munculnya sentimen investor terhadap dividen belum terjawab. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa investor memang memiliki sentimen terhadap perusahaan yang membayar dividen karena asimetri informasi pada pembayar dividen lebih tinggi daripada yang tidak membayar dividen, dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan regresi logistik biner dan panel least square pada data yang tidak seimbang. Hasilnya dapat membuktikan bahwa ‘dividen premium’ merupakan subset dari ‘informasi asimetri premium’ dalam mengonfirmasi sentimen investor terhadap dividen terhadap kecenderungan untuk membayar dividen. Dibuktikan bahwa dasar pembayaran dividen didorong oleh sentimen investor yang terbentuk karena tingginya asimetri informasi.
Secara umum, informasi asimetri adalah ketidakseimbangan informasi antara pembeli dan penjual di pasar, di mana salah satu pihak memiliki akses pada informasi yang lebih baik daripada pihak lain. Dalam konteks ini, informasi asimetri premium merujuk pada pengakuan investor terhadap perbedaan informasi antara perusahaan yang membayar dividen dan yang tidak membayar dividen. Penelitian ini menunjukkan bahwa investor memiliki sentimen yang lebih positif terhadap perusahaan yang membayar dividen karena mereka memiliki akses pada informasi yang lebih baik, dan sentimen investor ini pada gilirannya mempengaruhi keputusan perusahaan untuk membayar dividen
Penelitian ini menunjukkan bahwa investor memperhatikan aspek-aspek informasi yang berbeda antara perusahaan yang membayar dividen dan yang tidak membayar dividen. Perusahaan yang membayar dividen cenderung memiliki informasi yang lebih baik dan lebih terbuka tentang kondisi keuangannya, sehingga investor dapat lebih percaya diri dalam membeli saham perusahaan tersebut. Di sisi lain, perusahaan yang tidak membayar dividen memiliki tingkat asimetri informasi yang lebih rendah, sehingga investor dapat merasa kurang yakin dalam membeli saham perusahaan tersebut.
Dalam hal ini, sentimen investor yang positif terhadap perusahaan yang membayar dividen didorong oleh kepercayaan mereka pada informasi yang tersedia dari perusahaan tersebut. Oleh karena itu, kebijakan dividen perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga oleh sentimen investor yang tercermin dalam harga saham perusahaan di pasar modal.
Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mendasari kebijakan dividen perusahaan dan sentimen investor terhadap dividen. Hasil penelitian ini dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan tentang kebijakan dividen mereka dan juga membantu investor dalam membuat keputusan investasi yang lebih bijak
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa sentimen investor terhadap dividen didorong oleh perbedaan asimetri informasi antara perusahaan yang membayar dividen dan yang tidak membayar dividen. Perusahaan yang membayar dividen cenderung memiliki akses pada informasi yang lebih baik dan lebih terbuka tentang kondisi keuangannya, sehingga investor lebih percaya diri dalam membeli saham perusahaan tersebut.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga oleh sentimen investor yang tercermin dalam harga saham perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan kebijakan dividen mereka dengan memperhatikan sentimen investor dan asimetri informasi antara perusahaan yang membayar dividen dan yang tidak membayar dividen. Selain itu, investor dapat menggunakan pengetahuan ini untuk membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan mempertimbangkan perusahaan yang membayar dividen sebagai pilihan investasi yang lebih menarik.
Penulis: Prof. Dr. I Made Narsa, M.Si., Ak., CA.
Baca selengkapnya di link berikut:
Is information asymmetry the ground of investor sentiment in the Indonesian capital market? | International Journal of Business and Globalisation (inderscienceonline.com)





