Aterosklerosis adalah keadaan inflamasi kronis pada pembuluh darah berukuran sedang hingga besar yang menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit arteri perifer. Disfungsi endotel dalam hal ini adalah kunci dari proses aterosklerosis itu sendiri. Simvastatin adalah salah satu dari golongan statin, yang telah luas digunakan tidak hanya sebagai agen terapi dislipidemia tapi juga manfaatnya dalam memperbaiki fungsi endotel. Resistensi simvastatin akibat polimorfisme genetis akhir-akhir ini menjadi suatu hal baru yang mulai banyak diselidiki. Hal tersebut dikhawatirkan juga berpengaruh terhadap efek pleiotropik simvastatin khususnya dalam hal perbaikan fungsi endotel.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya asosiasi antara single nucleotide polymorphism (SNP) c521 T>C gen SLCO1B1 dan fungsi pleiotropik simvastatin yang diukur melalui parameter fungsi endotel flow mediated dilation (FMD). Penelitian ini adalah studi analisis observasional multicentre dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 71 subjek penderita hiperkolesterolemia yang telah mengkonsumsi simvastatin setidaknya 3 bulan terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini berawal dari adanya kecurigaan resistensi simvastatin akibat polimorfisme genetis yang dikhawatirkan juga berpengaruh terhadap efek pleiotropik simvastatin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya asosiasi antara single nucleotide polymorphism c521 T>C gen SLCO1B1 dan fungsi pleiotropik simvastatin yang diukur melalui parameter fungsi endotel flow mediated dilation.
Parameter SNPc.521T>C diidentifikasi melalui metode real time-polymerase chain reaction. Parameter FMD diukur dengan pemeriksaan ultrasonografi di arteri brakhialis kanan.
Dari hasil studi didapatkan bahwa terdapat 9,9 % subjek dengan SNP c.521T>C genotipe TC berhasil diidentifikasi. Analisis asosiasi chi-square test menyatakan tidak terdapat asosiasi antara SNP c.521T>C dan FMD arteri brakhialis kanan (p 0,973). Meskipun demikian regresi logistik menyatakan terdapat peningkatan odds durasi terapi simvastatin dan penurunan odds tekanan darah sistolik.
Meskipun dalam analisis studi ini terdapat pengaruh cukup besar antara durasi terapi simvastatin terhadap nilai FMD, sebagian kecil subyek menunjukkan nilai FMD yang rendah setelah pemberian simvastatin dalam waktu lebih lama. Di samping itu mayoritas data LDL pada penelitian ini masih berada di atas kadar optimal yang diharapkan meskipun sebagian besar di antaranya telah mendapatkan terapi simvastatin dalam waktu cukup lama. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengasumsikan terdapat tingkat kepatuhan terapi yang tidak homogen antar subyek penelitian.
Tidak terdapat asosiasi antara SNP c.521T>C genotipe TC dan FMD arteri brackhialis kanan. Tidak terdapat hubungan antara single nucleotide polymorphism c.521T>Cgen SLCO1B1 dan efek pleiotropik simvastatin yang diukur melalui parameter fungsi endotel flow mediated dilation pada penderita hiperkolesterolemia yang mendapatkan terapi simvastatin. Durasi terapi simvastatin dan tekanan darah sistolik secara bermakna mempengaruhi nilai FMD. Didapatkan prevalensi sebesar 9,9% subyek dengan SNP c.521 T>C yang teridentifikasi dari 71 subyek penelitian.
Penulis: Andrianto, Mia Puspitasari, Meity Ardiana, IvanaPurnama Dewi, Khubay
Alvia Shonafi, Louisa Fadjri Kusuma Wardhani, Ricardo Adrian Nugraha
Link :





