51动漫

51动漫 Official Website

Atasi Masalah Karbon, Tim UNAIR Torehkan Prestasi dalam Ajang Esai Nasional

Dua mahasiswa UNAIR berhasil menjuarai lomba esai nasional dengan inovasi mengatasi masalah karbon (Foto: Istimewa)
Dua mahasiswa UNAIR berhasil menjuarai lomba esai nasional dengan inovasi mengatasi masalah karbon (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dua Ksatria Airlangga berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional pada Minggu (9/3/2025). Mereka adalah Delvin Erwa Anggara dari dan Farrelindra Nadhif Islami Fizhar dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).Keduanya mengusung inovasi untuk mengatasi masalah karbon.

Tim ini meraih juara dua dalam kompetisi esai nasional besutan Universitas Jember (UNEJ) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN). Delvin dan Farrel harus melawan 400 tim terbaik dari berbagai universitas di Indonesia. Termasuk dari Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia. Sehingga hanya tersisa sepuluh tim yang layak masuk babak final.

Delvin dan Farrel membuat inovasi untuk mengatasi masalah karbon dengan penggunaan energi baru terbarukan dan ekonomi sirkular di masyarakat. Inovasi yang mereka buat adalah E-Conversion Optimization Green Environmental (ECOGEL). Yaitu sistem pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dan prinsip ekonomi sirkular.

Farrel menjelaskan, dalam operasional ECOGEL, mereka berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk pengepul, pencacah sampah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat. Untuk menciptakan ekosistem pengelolaan limbah yang efisien, dan berkelanjutan. 

Pengumuman pemenang lomba esai nasional UNTAN dan UNEJ (Foto: Istimewa)

Selanjutnya, terdapat keunggulan dari ECOGEL yaitu kemampuannya dalam meminimalkan dampak lingkungan pemanfaatan residu melalui abu pembakaran. 淩esidu tidak dibuang begitu saja, namun diolah untuk dijadikan bahan baku konstruksi, seperti campuran beton atau material bangunan lainnya, imbuhnya. Sehingga sistem ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah tetapi optimalisasi manfaat yang dapat diperoleh dari setiap tahapan pengelolaan sampah.

Dalam wawancaranya, mereka menambahkan bahwa keberlanjutan sistem ECOGEL juga bergantung pada edukasi dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui program insentif dan edukasi, masyarakat diajak untuk memilah sampah dari sumbernya dan memahami manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah yang efektif.

淒engan kombinasi teknologi inovatif, model bisnis inklusif, dan pendekatan berbasis komunitas, ECOGEL mampu menciptakan pengelolaan sampah yang memberikan dampak sosial dan ekonomi positif, ungkapnya.

Delvin dan Farrel mengaku setiap tahapan kompetisi selalu menguji kemampuan mereka, mulai dari penyusunan karya hingga babak final. Mereka berusaha menyempurnakan presentasi, memperkuat argumentasi, dan beradaptasi. 滽ami harus menjalani persaingan ketat, sehingga kami harus mengandalkan strategi matang, kerja keras, dan dedikasi, pungkasnya

Di tengah kesibukan dua mahasiswa tersebut, baik kesibukan organisasi, akademik, lomba, dan pekerjaan, mereka selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi almamater. 淒alam menyiapkan kompetisi ini kami juga mengikuti lomba lain, sehingga menyiapkan dua lomba bukanlah hal yang mudah, tetapi memberikan hal yang maksimal adalah keharusan, tutur Farrel.

Pada saat babak final, mereka menyampaikan solusi permasalahan dengan penuh keyakinan. Respon positif dari dewan juri memberi harapan gemilang bagi mereka. Tentu, tidak hanya berusaha, mereka pun mengandalkan jalur langit sehingga dua kali presentasi di hari tersebut memperoleh hasil yang memuaskan. 

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT