51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

AUDIT LEBIH TRANSPARAN? PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN BIAYA AUDIT TERHADAP PENGUNGKAPAN KEY AUDIT MATTERS (KAM)

Ilustrasu CEO (Foto: SWA)

Seiring berkembangnya tuntutan terhadap transparansi laporan keuangan, profesi audit dituntut untuk lebih terbuka dalam menyampaikan risiko-risiko signifikan yang dihadapi perusahaan. Salah satu bentuk peningkatan transparansi ini diwujudkan melalui pengungkapan Key Audit Matters (KAM), yang merupakan bagian penting dalam laporan auditor independen yang mulai diwajibkan di Indonesia sejak diterapkannya Standar Audit (SA) 701 per 1 Januari 2022.

KAM merupakan isu-isu paling signifikan yang ditemukan auditor selama proses audit, dan wajib diungkapkan untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan terhadap fokus audit. Namun, muncul pertanyaan: apakah faktor internal perusahaan, seperti kinerja keuangan dan biaya audit, berpengaruh terhadap jumlah dan jenis KAM yang diungkapkan? Penelitian oleh Rhamadhani dan Heriyati (2025) berusaha menjawab pertanyaan ini dengan menganalisis pengungkapan KAM pada 1.080 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022“2023.

1. Kinerja Keuangan Tidak Berdampak pada Total KAM, tapi Memengaruhi ALRKAM

Kinerja keuangan, yang diukur dengan Return on Assets (ROA), ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah total KAM maupun KAM yang mencerminkan risiko di tingkat entitas (Entity-Level Risk KAM/ELRKAM). Namun, temuan menarik muncul saat analisis diarahkan ke Account-Level Risk KAM (ALRKAM), yaitu KAM yang terkait dengan akun-akun spesifik seperti pendapatan, piutang, atau aset tetap. Dalam hal ini, ROA memiliki pengaruh positif terhadap jumlah ALRKAM. Artinya, perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung mengungkapkan lebih banyak KAM pada tingkat akun. Salah satu alasan utama adalah karena auditor lebih mencermati area-area yang rawan manipulasi, seperti pengakuan pendapatan (revenue recognition), yang berperan penting dalam mencerminkan kinerja keuangan perusahaan. Semakin besar keuntungan yang dilaporkan, semakin besar perhatian auditor terhadap risiko rekayasa laba.

2. Biaya Audit Dorong Transparansi KAM Tingkat Entitas

Sementara kinerja keuangan berdampak pada ALRKAM, biaya audit (audit fees) justru berpengaruh terhadap total KAM dan ELRKAM, tetapi tidak berpengaruh pada ALRKAM. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang membayar biaya audit lebih tinggi cenderung mendapatkan audit yang lebih mendalam dan komprehensif, khususnya pada aspek risiko yang bersifat menyeluruh, seperti risiko hukum, perpajakan, atau akuisisi. Temuan ini menguatkan pandangan bahwa semakin kompleks audit yang dilakukan baik dari sisi waktu, sumber daya, maupun tanggung jawab auditor, maka semakin tinggi pula biaya audit yang dikeluarkan. Biaya ini menjadi indikator komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel.

3. Ukuran Perusahaan dan Afiliasi KAP Turut Mempengaruhi

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memengaruhi jumlah total KAM, tetapi berpengaruh positif terhadap ELRKAM dan ALRKAM. Semakin besar perusahaan, semakin kompleks operasinya, dan semakin tinggi risiko yang perlu diaudit baik di tingkat entitas maupun akun. Sementara itu, perusahaan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Big 4 justru cenderung mengungkap lebih sedikit total KAM dibandingkan KAP non-Big 4. Namun, KAP Big 4 lebih banyak mengungkap ALRKAM, yang menunjukkan fokus audit mereka pada risiko teknis atau akun-akun material dalam laporan keuangan. Di sisi lain, KAP non-Big 4 tampak lebih hati-hati dan cenderung mengungkap lebih banyak KAM secara umum, barangkali hal ini untuk membangun kredibilitas dan menghindari litigasi.

4. Gender Auditor Tidak Berpengaruh

Faktor gender auditor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan KAM dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan profesional auditor lebih dipengaruhi oleh kompetensi teknis dan penilaian profesional, bukan karakteristik pribadi seperti gender. Namun, dominasi auditor laki-laki (87%) dalam sampel patut dicermati untuk mendorong keberagaman dalam tim audit di masa depan.

Penelitian oleh Rhamadhani dan Heriyati (2025) memberikan wawasan penting terkait faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan KAM. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi auditor, regulator, dan manajemen perusahaan. Auditor diharapkan mampu menyeimbangkan perhatian antara risiko di tingkat entitas dan akun, serta menyampaikan temuan dengan jelas dan relevan kepada pemangku kepentingan. Di sisi lain, perusahaan perlu melihat KAM bukan sebagai beban, tetapi sebagai bentuk akuntabilitas yang memperkuat kepercayaan pasar dan mencerminkan komitmen terhadap transparansi. Sebagai standar yang relatif baru di Indonesia, pengungkapan KAM masih terus berkembang. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari implementasi SA 701 terhadap kualitas audit dan kepercayaan pengguna laporan keuangan di Indonesia.

Penulis: Dina Heriyati

Judul dan Link Artikel: The Impact of Company Financial Performance and Audit Fees on the Disclosure of Key Audit Matters (KAM)

AKSES CEPAT