51动漫

51动漫 Official Website

FISIP UNAIR Gelar Seminar 40 Tahun Chernobyl, Soroti Ancaman Nuklir Global

Yevhenia Shynkarenko selaku pembicara saat memaparkan terkait peristiwa Tragedi Chernobyl (foto: Istimewa)
Yevhenia Shynkarenko selaku pembicara saat memaparkan terkait peristiwa Tragedi Chernobyl (foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – bersama , , serta sukses menghadirkan seminar bertajuk 40 Years After Chornobyl: Catastrophe that echoes through the time. Kegiatan ini terlaksana pada Selasa (28/4/2026) di Majapahit Hall, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa – B UNAIR

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dina Septiani BComm MCom PhD menilai bahwa kuliah tamu tersebut membawa wawasan dan perspektif yang berharga. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong diskusi yang penuh pemikiran, saling pengertian, dan menginspirasi semua peserta untuk mengeksplorasi isu-isu global dengan pikiran yang kritis dan terbuka. 

淜esempatan ini merupakan peluang berharga untuk memperdalam wawasan Anda di luar buku teks dan perkuliahan. Berinteraksi dengan praktisi dan diplomat membantu Anda menghargai kompleksitas hubungan internasional secara nyata dan bermakna, ungkapnya.

Peringatan 40 Tahun Tragedi Chernobyl

Sebagai pembicara utama, kuasa usaha ukraina untuk Indonesia, Yevhenia Shynkarenko membawa kembali ingatan mengenai tragedi Chernobyl yang menjadi momentum refleksi atas bencana nuklir yang terjadi pada 26 April 1986. Peristiwa tersebut dikenal sebagai bencana nuklir sipil terbesar dalam sejarah dunia. 淢eskipun telah berlalu puluhan tahun, dampaknya masih terasa hingga saat ini. Bagi Ukraina, Chernobyl tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kelam, tetapi juga simbol ancaman global yang tidak pernah benar-benar hilang, jelasnya. 

Ia menekankan bahwa tragedi Chernobyl terjadi saat dilakukan uji coba untuk mengetahui apakah sistem mampu menangani pemadaman listrik. Namun, proses tersebut mengabaikan prosedur keselamatan. Tekanan dari pemerintah untuk menunjukkan hasil dengan cepat membuat pihak yang bertanggung jawab mengambil keputusan yang berisiko. 淎kibat dari keputusan ceroboh ini, terjadi dua ledakan besar yang memicu kebakaran dan pelepasan radiasi dalam skala besar, imbuhnya.

Yevhenia melanjutkan, setelah ledakan terjadi, pemerintah Uni Soviet tidak langsung mengumumkan kejadian tersebut kepada publik. Pengakuan baru tersampaikan dua hari kemudian, sementara skala bencana sebenarnya tetap menjadi rahasia. 淚nformasinya justru mulai terungkap setelah negara lain mendeteksi tingkat radiasi yang tidak normal. Banyak dari mereka tidak bisa bertahan dan meninggal dalam beberapa minggu akibat paparan radiasi yang kuat, paparnya.

Dampak Tragedi Chernobyl

Yevhenia menekankan bahwa tragedi Chernobyl membawa dampak yang sangat luas, baik bagi manusia maupun lingkungan. Sekitar 600.000 orang sebagai  liquidator yang terlibat dalam penanganan bencana, banyak di antaranya terpapar radiasi dalam jumlah fatal. Selain itu, sekitar 8,5 juta orang terdampak radiasi dan sekitar 300.000 orang harus meninggalkan rumah mereka tanpa pernah kembali. 淲ilayah seluas lebih dari 145.000 kilometer persegi terkontaminasi, sementara area terdekat dengan reaktor diperkirakan tidak aman dihuni hingga puluhan ribu tahun, tekannya. 

Lebih lanjut, Yevhenia ingatkan akan adanya ancaman yang berkaitan dengan Chernobyl tidak akan berhenti pada masa lalu. Pada 2022, pasukan Rusia sempat menduduki kawasan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kondisi ini menimbulkan risiko baru terhadap keselamatan fasilitas nuklir. 淏ahkan pada 2025, terjadi serangan drone yang merusak struktur pelindung reaktor. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman nuklir masih nyata dan dapat muncul kembali, terutama di tengah konflik yang melibatkan kepentingan politik dan militer, pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT