51动漫

51动漫 Official Website

Babak Baru BEM FST UNAIR, Kabinet Selasar Karya Dorong Mahasiswa untuk Berkarya

Aji Febriandi (kanan) dan Pilemon Barimbing selaku Presiden serta Wakil Presiden (kiri) BEM FST 2026. (Foto: Istimewa)
Aji Febriandi (kanan) dan Pilemon Barimbing selaku Presiden serta Wakil Presiden (kiri) BEM FST 2026. (Foto: Istimewa)

UNAIRNEWS – Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 (UNAIR) resmi berganti. Tonggak kepemimpinan itu dipegang oleh Aji Febriandi dan wakil ketua Pilemon Barimbing. Dalam kepengurusannya itu, mereka mengusung Kabinet Selasar Karya dengan fokus di bidang keilmuan dengan menghasilkan keberdampakan pada mahasiswa.

Pada periode 2026, Aji menjelaskan makna dibalik nama Selasar Karya diumpamakan sebagai tempat pertama mereka untuk berkumpul dan belajar bersama. Harapannya, mereka bisa bersama-sama mewujudkan karya. 

Setelah melewati rangkaian pemilihan ketua dan wakil ketua, Aji berharap ada pendekatan baru dari periode sebelumnya. Dengan mengusung visi dan misi berlandaskan globalisasi dengan mendukung civitas untuk memperoleh wawasan dan prestasi yang unggul di bidang science-tech. Hal itu selaras dengan komitmen UNAIR untuk menjadi World Class University (WCU) yang terakreditasi unggul. 

Aji menjelaskan bahwa rencananya ia akan mengadopsi program kerja yang mendukung hal tersebut dengan tiga misi. Yaitu, memfasilitasi informasi beasiswa dan pertukaran pelajar, meningkatkan profesionalisme dan branding mahasiswa, serta memperkuat relasi dengan alumni dan direktorat terkait. 

Ia mengangkat isu tentang kurangnya informasi yang dialami mahasiswa FST mengenai di dalam maupun luar perkuliahan. 淢aka dari itu saya ingin memfasilitasi mahasiswa dengan workshop dan seminar untuk karir dan lomba. Selain itu mengajak mahasiswa untuk turut aktif memperoleh prestasi dan juga memberi apresiasi kepada mereka, ujar Aji. Ia ingin memberikan lebih banyak informasi seperti lomba, beasiswa, seminar, serta apresiasi melalui akun media sosial BEM-FST sebagai wadah informasi terpercaya mahasiswa.

Tantangan yang mereka hadapi pada awal masa periode menjabat adalah berkurangnya minat mahasiswa mengikuti organisasi. Hal itu terlihat dari minimnya mahasiswa yang mendaftar sebagai anggota maupun ketua dan wakil ketua BEM FST. Solusi strategis untuk hal tersebut adalah tidak hanya sekedar berfokus menyelesaikan program kerja, melainkan juga menciptakan bonding antar sesama dengan menyatukan persepsi yang berbeda sehingga tercipta kerja sama yang baik.

淗arapannya, semoga seluruh anggota BEM FST dapat bekerja sama dengan totalitas sehingga dapat lebih menghasilkan karya-karya terbaik. Kami juga akan mengusahakan untuk bersinergi dengan seluruh civitas akademika sehingga semua bisa merasakan dampaknya, paparnya.

Penulis : Fauziah Kandela

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT