Mahasiswa nomaden adalah mahasiswa yang menjalani pendidikan di tempat jauh dari tempat asalnya. Mahasiswa nomaden ini menghadapi tantangan signifikan saat bertransisi ke pendidikan tinggi karena perbedaan budaya, akademik dan sosial. Penelitian ini berusaha menemukan prediktor penyesuaian psikososial di antara mahasiswa nomaden dalam konteks pendidikan tinggi global dibandingkan dengan di Indonesia. Setelah dilakukan kajian dengan menggunakan protokol yang ketat, ditemukan bahwa prediktor yang mempengaruhi penyesuaian psiko sosial mencakup faktor psikologis, akademik, sosiokultural dan kehidupan. Apabila dibandingkan dengan studi dalam konteks pendidikan tinggi global ternyata di Indonesia masih belum menekankan aspek psikologis dan proses penyesuaian yang lebih terstruktur. Berdasarkan ini maka memang perlu dilakukan terobosan dalam memikirkan perlunya konsep teoretis yang disesuaikan yang mencerminkan karakteristik unik mahasiswa nomaden di Indonesia. Dari kajian ini didapatkan implikasi praktis yang dapat memandu perancangan program intervensi untuk lebih mendukung mahasiswa nomaden dalam melakukan penyesuaian psikososial dengan kehidupan Universitas.
Bagaimanakah mahasiswa nomaden dalam melakukan penyesuaian psikososial, perlu memperhatikan beberapa temuan kunci yang didapatkan dalam penelitian ini, yaitu:
- Faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian psikososial di kalangan mahasiswa nomaden, baik dalam konteks pendidikan tinggi global maupun Indonesia, dapat dikategorikan menjadi faktor-faktor psikologis (pribadi), akademik, sosiokultural, dan yang berkaitan dengan kehidupan.
- Perbandingan studi menunjukkan bahwa penelitian dalam konteks pendidikan tinggi global lebih menekankan konsep psikologis dan fase-fase penyesuaian, sementara studi di Indonesia lebih berfokus pada tema-tema yang menghambat penyesuaian.
- Secara metodologis, penelitian kuantitatif dalam studi global cenderung melibatkan variabel yang lebih luas dan menggunakan analisis statistik yang lebih kompleks seperti analisis jalur. Sebaliknya, studi di Indonesia biasanya mengkaji hubungan antara variabel yang lebih sedikit. Lebih lanjut, penelitian kualitatif dan metode campuran dalam konteks global mengeksplorasi proses penyesuaian secara mendalam, sementara penelitian di Indonesia terutama mengidentifikasi tantangan penyesuaian.
Berdasarkan temuan kunci tersebut, terlihat sekali bahwa pihak Universitas di Indonesia perlu membuat tahapan apa saja yang harus disiapkan agar mahasiswa nomaden mampu melakukan penyesuaian psikososial. Membuat mahasiswa menjadi lebih berdaya dalam melakukan penyesuaian psikososial adalah langkah penting dibandingkan mencari hambatan penyesuaian
Penulis: Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si.





