UNAIR NEWS Japan Student Services Organization (JASSO) adalah lembaga independen administrative yang menyediakan pelayanan untuk para mahasiswa Jepang atau internasional. Misi JASSO adalah menjadi pusat pemberi informasi ke Jepang bagi mahasiswa internasional. Termasuk pemberi informasi ke luar negeri bagi mahasiswa Jepang.
drg. Frida Chusna Achirularofa, salah seorang mahasiswa yang pernah memperolah beasiswa melalui program JASSO itu turut membagikan pengalamannya saat menjadi pembicara dalam acara Seminar dan Expo Beasiswa (SEMPOA) pada (23/9) di Aula Amerta Kampus C UNAIR. Dia memilih Jepang karena standar akademiknya tinggi.
滽enapa saya memilih di Jepang, karena standar akademinya tinggi dan programnya juga menarik. Salah satunya membuka peluang dan memberikan banyak fasilitas bagi mahasiswa asing. Selain itu, belajar di lingkungan internasional tentu dapat membuka wawasan yang lebih luas, ungkapnya.
漇elain itu, belajar di negeri orang tujuannya mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan kemudian dapat diterapkan saat kembali ke negara asal, imbuhnya.
Frida menyatakan bahwa kiat untuk dapat lolos dalam meraih beasiswa luar negeri adalah menambahkan mindset mahasiswa internasional, menjadi terbaik di bidang akademik, mempersiapkan tes kemampuan bahasa asing. Termasuk menjadi berbeda dari yang lain dan tidak ragu menjadi relawan.
漈idak cukup IP tinggi. Mampu beradaptasi dengan lingkungan luar, juga perlu diperhatikan agar tidak mengalami shock culture. Mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa asing tidak perlu mahal. Bisa dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, tutur alumnus Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR tersebut.
Aktif dalam berorganisasi juga menjadi hal yang penting. Dalam melakukan persiapan, mempelajari hal-hal yang simpel juga perlu diperhatikan.
漈emukan orang yang dapat memberimu rekomendasi. Ciptakan CV yang informatif. Latihan sebelum interview. Tunjukkan bahwa beasiswa ini akan membantumu berkontribusi untuk Indonesia. Kalau gagal coba lagi, coba terus dan tentunya dengan memperbaiki kesalahan, ujarnya.
Tantangan belajar di luar negeri adalah perbedaan cuaca, perbedaan budaya. Serta, tentu menulis ilmiah dalam bahasa asing. (*)
Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





