UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) menerima kunjungan resmi dari Direktorat Pendidikan Tinggi dan Iptek Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Jumat (21/11/2025). Kunjungan yang berlangsung di Ruang Sidang Pleno Balai RUA lantai 4 tersebut menjadi momentum strategis bagi UNAIR untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, serta inovasi nasional.
Rektor UNAIR, , beserta jajaran pimpinan universitas menyambut langsung tim Bappenas dan jajarannya. Kunjungan tersebut bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-71 UNAIR, sehingga menjadi bagian dari refleksi kontribusi UNAIR dalam pembangunan nasional.
Bahas Pengembangan Science and Techno Park UNAIR
Dalam sambutannya, Prof Madyan menekankan bahwa kunjungan Bappenas memiliki nilai strategis. Utamanya terkait dua agenda utama yakni, rencana pengembangan Science and Techno Park dan Center of Excellence di bidang Kesehatan Inklusif.
淯NAIR memiliki potensi riset besar dari 16 fakultas dan satu sekolah. Pengembangan Science and Techno Park merupakan langkah krusial untuk menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat, jelasnya.
Science and Techno Park UNAIR dirancang sebagai ekosistem inovasi yang kuat, yang mampu mendorong hilirisasi riset unggulan di bidang kesehatan, life sciences, dan teknologi digital para dosen. Platform ini harapannya dapat melahirkan startup berbasis teknologi dan berkontribusi pada ekonomi berbasis pengetahuan.
Salah satu potensi unggulan UNAIR berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan, yang telah menghasilkan berbagai hak paten di bidang veteriner dan keamanan pangan. Selain itu, UNAIR turut berperan penting dalam pengembangan berbagai seed vaksin seperti H5N1, H1N1, serta Vaksin Merah Putih COVID-19.
淜ami berharap kontribusi riset UNAIR dapat terus diperkuat melalui masukan dan dukungan Bappenas, agar implementasi Science and Techno Park selaras dengan perencanaan pembangunan nasional, tutur Prof Madyan.
Menurutnya, melalui kerja sama tim yang kuat, para peneliti dari UNAIR terus membuka peluang untuk menghadirkan solusi bioteknologi mutakhir dan memastikan kedaulatan vaksin bagi kesejahteraan bangsa. 淜ami sangat mengharapkan masukan dan dukungan dari Bappenas untuk memastikan perencanaan dan implementasi Science and Techno Park selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Nasional dan mampu memberikan dampak ekonomi yang terukur, harapnya.
Pembangunan Science and Techno Park rencananya akan berdiri di daerah Madura. Harapannya, dengan adanya science techno park milik UNAIR maka akan menumbuhkan perekonomian di Madura.

Dorong Center of Excellence untuk Kesehatan Inklusif
Prof Madyan mengatakan bahwa UNAIR berkomitmen untuk mengembangkan potensi pengembangan Center of Excellence di bidang Kesehatan Inklusif. Center of Excellence merupakan langkah penting untuk memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat di wilayah 3T.
淐enter of Excellence ini bertujuan menjadi rujukan nasional dan regional dalam mengatasi disparitas layanan kesehatan. Kami ingin memastikan hasil riset dan pelayanan UNAIR dapat terakses secara setara, ujar Prof Madyan. Center of Excellence ini akan mendorong lahirnya kebijakan dan teknologi diagnostik serta model layanan kesehatan yang berbasis pemerataan dan keadilan sosial.
Perkuat Sinergi UNAIR dan Bappenas
Guru Besar FEB UNAIR itu berharap kunjungan Direktorat Pendidikan Tinggi dan Iptek Bappenas itu dapat menghasilkan arah strategis dan rekomendasi konkret bagi pengembangan iptek dan pendidikan tinggi Indonesia.
淜ami siap berkolaborasi untuk memastikan bahwa sumber daya (tangible maupun intangible), keahlian, dan potensi yang UNAIR miliki dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa, mewujudkan Indonesia yang adil, maju, dan berkelanjutan, imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek Bappenas Endang Sulastri, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah pengendalian dalam agenda pembangunan jangka panjang dan menengah. 淜ami melakukan monitoring dan evaluasi atas pembangunan yang sudah masuk dan menjadi highlight perencanaan pembangunan baik jangka panjang maupun menengah. Kami ingin melihat sejauh mana implementasinya, ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bappenas mengangkat dua tema pokok. Pertama, tentang pendidikan kedokteran. Pihaknya mengungkapkan bahwa ada beberapa isu pokok, yakni terkait sistem hospital-based dan university-based dalam pendidikan spesialis.
淜ami sudah melakukan koordinasi di Kantor Staf Presiden. Kita akui bersama bahwa mekanisme hospital base dapat mempercepat produksi dokter spesialis. Harapannya, kita bisa menghasilkan dokter spesialis dengan kualitas yang sama untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal, jelas Endang.
Isu kedua yang menjadi fokus pembahasan adalah rencana pengembangan Science and Techno Park (STP) UNAIR. Program ini menjadi salah satu kebijakan prioritas pembangunan jangka panjang dalam pemanfaatan iptek.
淪cience and Techno Park masuk dalam agenda prioritas kami. Ini adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan iptek dalam pembangunan. Harapannya, STP UNAIR dapat menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi lain, ujar Direktur Bappenas.
淜arena UNAIR memiliki rencana pembangunan STP di Madura, tim kami akan mendalami planning yang sudah disiapkan. Mungkin nantinya akan ada beberapa masukan agar penyelarasan dan sinkronisasi ini dapat berjalan optimal, imbuhnya.
Kunjungan kemudian berlanjut dengan diskusi mendalam antara jajaran UNAIR dan Bappenas mengenai kebutuhan perencanaan jangka panjang, penguatan inovasi, serta langkah-langkah implementatif yang akan ditempuh ke depan.
Penulis: Khefti Al Mawalia





