51动漫

51动漫 Official Website

Bakteriofag Cegah Infeksi Pascaoperasi Katarak

sumber; Hello Sehat
sumber; Hello Sehat

Endoftalmitis pascaoperasi merupakan salah satu komplikasi serius setelah tindakan bedah katarak. Kondisi ini menyebabkan peradangan berat pada bola mata yang dapat mengakibatkan nyeri hebat hingga kehilangan penglihatan. Penyebab utama endoftalmitis adalah infeksi bakteri gram positif, terutama Staphylococcus aureus (S. aureus). Saat infeksi terjadi, tubuh memicu respons imun yang menghasilkan aktivasi sel dan sekresi sitokin, seperti interleukin-1 beta (IL-1尾) dan interferon-gamma (IFN-纬), untuk melawan bakteri. Namun, peradangan berlebih justru dapat memperburuk kerusakan jaringan mata.

Dalam praktik medis, penggunaan antibiotik intrakameral seperti cefuroxime atau moxifloxacin menjadi metode umum untuk mencegah infeksi pascaoperasi. Meski demikian, efektivitas antibiotik dalam pencegahan endoftalmitis masih diperdebatkan. Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara pasien yang menggunakan antibiotik topikal dan yang tidak. Selain itu, penggunaan antibiotik yang berlebihan memicu munculnya bakteri resisten obat, yang kini menjadi tantangan besar dalam dunia kedokteran mata.

Bakteriofag sebagai Alternatif Antibiotik

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, para ilmuwan mulai melirik bakteriofag sebagai alternatif terapi profilaksis. Bakteriofag adalah virus yang secara alami menginfeksi dan menghancurkan bakteri dengan cara melisiskan dinding sel melalui enzim endolisin. Tidak seperti antibiotik, bakteriofag bersifat spesifik terhadap jenis bakteri tertentu dan mampu bertahan lebih lama di dalam mata.

Penelitian terbaru menguji efektivitas bakteriofag intrakameral terhadap infeksi S. aureus pascaoperasi katarak pada kelinci. Sebanyak 10 ekor kelinci New Zealand dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang menerima injeksi bakteriofag dengan dosis 2脳10鈦 dalam 25 mikroliter saline fisiologis. Dua hari setelah operasi, kadar IL-1尾 dan IFN-纬 diukur menggunakan metode ELISA, sementara kondisi retina dianalisis dengan pewarnaan histologis.

Hasil Menjanjikan untuk Pencegahan Infeksi Mata

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar IL-1尾 dan IFN-纬 pada kelompok yang diberi bakteriofag jauh lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai p masing-masing 0,023 dan 0,016. Pengamatan histopatologi memperlihatkan bahwa mata yang menerima bakteriofag tidak mengalami peradangan, dan struktur retina tetap utuh. Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan peradangan hebat dan kerusakan pada lapisan retina.

Temuan ini menegaskan bahwa bakteriofag intrakameral dapat menekan ekspresi sitokin proinflamasi serta melindungi jaringan retina dari kerusakan akibat infeksi. Dengan efektivitasnya melawan bakteri resisten dan ketahanannya di lingkungan intraokular, bakteriofag berpotensi menjadi alternatif profilaksis yang lebih aman dan efisien untuk mencegah endoftalmitis pascaoperasi katarak.

Penelitian ini dilakukan oleh tim multidisiplin dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫, bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya.

Penulis: Dr. Evelyn Komaratih, dr.Sp.M(K)

AKSES CEPAT