UNAIR NEWS Jargon 渟emangat dadi juara yang dimiliki oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) 51动漫 terus dibuktikan oleh masing-masing UKM di UNAIR. Tidak terkecuali UKM PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate). UKM PSHT kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Prestasi ini sekaligus menambah koleksi trofi mereka.
Para pendekar UNAIR tersebut berhasil meraih Juara II dalam Kejuaraan UWKS Cup, sebuah kejuaraan pencak silat se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh UKM PSHT Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Kejuaraan tersebut dilaksanakan pada Senin – Jumat (16-20/4) di UWKS. Dalam kompetisi itu, UNAIR mengirimkan sebanyak 2 tim.
Manajer tim Moch. Ainun Najib mengatakan, dari 28 peserta yang mengikuti kejuaraan, UKM PSHT UNAIR berhasil meraih 4 emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Tidak secara instan, persiapan dari UKM PSHT UNAIR dimulai sejak bulan Januari.
淪ebelumnya, pada bulan Januari kami mengikuti ITS Cup. Lalu pada bulan Februari mengikuti Paku Bumi Open. Bulan Maret (mengikuti, Red) International UNS (Universitas Sebelas Maret, Red), dan terakhir UWKS Cup ini, jelasnya.
Dalam kejuaraan ini tentu tim menemui beberapa kendala. Salah satunya adalah masalah waktu. Menjelang kejuaraan dimulai, para atlet kesulitan mencari waktu latihan karena sedang menghadapi ujian tengah semester (UTS).
淛adi kami harus mencari dan mencocokkan waktu latihan dengan jadwal UTS, tambah mahasiswa program studi (prodi) Kimia itu.
Najib juga mengatakan bahwa sebelumnya, UKM PSHT UNAIR menargetkan menjadi juara umum. Namun hal itu belum bisa tercapai karena beberapa hal. Ditambah, lanjut Najib, tim PSHT UNAIR harus menghadapi lawan terberat yaitu atlet Porkab (Pekan Olahraga Kabupaten) Ngawi.
Namun di luar hal itu, atas prestasi ini Najib mengaku senang dan bangga. Pasalnya, kerja keras tim selama ini berbuah manis.
Alhamdulillah, bahagia campur bangga dengan kerja tim selama ini berbuah manis. Saya berharap UKM PSHT UNAIR ke depan lebih membanggakan nama UNAIR di dunia persilatan Indonesia, demi tercapainya top 500 World Class University, harapnya.
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Binti Q. Masruroh





