51

51 Official Website

Bangun Kepedulian dan Kesehatan Mental, Psikologi Unair Gelar Talkshow Healing Through Sharing

Talkshow "Healing Through Sharing" dalam sesi tanya jawab bersama Audrey Maxmilian Herli dan Tabitha Neema Christy S Psi (dok: pribadi)
Talkshow "Healing Through Sharing" dalam sesi tanya jawab bersama Audrey Maxmilian Herli dan Tabitha Neema Christy S Psi (dok: pribadi)

UNAIR NEWS Dalam rangka memperingati World Mental Health Day (WMHD) 2025, Fakultas Psikologi 51 (UNAIR) melalui komunitas SAPO (Airlangga Safe Space) menggelar talkshow bertajuk Healing Through Sharing: Temukan Dirimu Lewat Kepedulian pada Sabtu (18/10/2025) di Aula Fakultas Psikologi UNAIR.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mengundang dua pembicara inspiratif, yakni Audrey Maximillian Herli, Co-Founder & CEO Riliv Psikologi Indonesia, dan Tabitha Neema Christy, S Psi, Founder Wepose Indonesia sekaligus Psychology Enthusiast. Melalui sesi yang interaktif dan penuh refleksi, keduanya mengajak peserta untuk mengenali diri, membangun kesadaran emosional, serta mengubah cara pandang terhadap masalah hidup.

Komunikasi yang Sehat 

Audrey menjelaskan bahwa berpikir positif tidak berarti menolak emosi negatif, melainkan menerima dan mengelolanya dengan bijak.

Positif bukan berarti memaksa diri untuk bahagia. Justru, kita belajar menertawakan masalah dan memahami bahwa setiap emosi itu valid. Dari situ, kita bisa tumbuh lebih kuat, ungkapnya.

Sementara itu, Tabitha menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dan bertanggung jawab sebagai kunci dalam membangun hubungan sosial dan menjaga kesehatan mental.

Kalau sedang lelah, sampaikan saja dengan jujur. Komunikasi bukan tanda kelemahan, tapi bentuk tanggung jawab. Dengan begitu, kita belajar menghargai diri sendiri dan orang lain, ujarnya.

Menjaga Keseimbangan Diri 

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta, Putri, menanyakan bagaimana strategi agar program sosial dapat terus berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut, Tabitha menekankan pentingnya kolaborasi dan nilai kebermanfaatan.

Mulailah dari lingkaran kecil, dua, tiga, atau lima orang yang punya visi yang sama. Dari situ, bangun sistem yang bisa berkembang, dan pastikan setiap gerakan punya nilai nyata bagi masyarakat, jelasnya.

Talkshow ini juga menyinggung bagaimana mahasiswa bisa tetap aktif di tengah kesibukan dan tantangan eksternal. Termasuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental. Para pembicara mendorong peserta untuk terus menebarkan kebaikan tanpa melupakan diri sendiri.

Melalui kegiatan ini, SAPO Psikologi UNAIR berharap mahasiswa mampu lebih terbuka dalam berbagi cerita, saling mendukung, dan membangun lingkungan kampus yang ramah kesehatan mental.

Acara ditutup dengan sesi refleksi bersama dan pesan positif: Kepedulian adalah langkah pertama menuju penyembuhan.

Penulis  : Saffana Raisa Rahmania

Editor    : Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT