UNAIR NEWS – Dalam upaya mendorong wawasan mahasiswa terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI), Departemen Riset dan Keilmuan dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Sains Data () sukses menyelenggarakan program Data Science Training Center (DSTC). Mengusung tema Agentic AI: Shaping the Future of Intelligence, acara berlangsung daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (12/7/2025).
DSTC merupakan program unggulan rutin yang diselenggarakan HIMATESDA di bawah naungan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin () 51动漫 (UNAIR). Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, DSTC edisi kedua itu berhasil menjalin kolaborasi perdana dengan Data Science Indonesia (DSI), sebuah komunitas pegiat teknologi-data terbesar di Indonesia. Adapun Mahesa Oktareza, Head of Data and AI dari DSI, diundang sebagai pemateri dalam sesi webinar tersebut.
Bahas Tren Agentic AI
Raphael Angelo Adikara Purnama selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa terjalinnya kolaborasi itu merupakan bentuk eksplorasi dari HIMATESDA dalam memperluas jejaring eksternal. 淜alau sebelumnya kami mengundang alumni, sekarang kami mencoba menggandeng pihak eksternal secara profesional. Kebetulan DSI juga memberikan ruang kolaborasi dengan kampus, dan kami bersyukur bisa diterima, ujar Raphael.
Selain itu, topik agentic AI dalam webinar dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi dari pelatihan sebelumnya tentang Large Language Model (LLM), banyak peserta menyampaikan keinginannya untuk memperdalam pembahasan mengenai AI. Mereka merasa teknologi itu semakin relevan karena mulai banyak diterapkan di berbagai bidang.
Terlebih, Raphael turut menyebut Agentic AI, yang merujuk pada sistem kecerdasan buatan itu sedang menjadi tren perbincangan. Hal tersebut lantaran jenis AI itu mampu melakukan otomasi tingkat tinggi sebagai agen yang dapat mengambil keputusan, merencanakan, dan mengeksekusi tugas tanpa bergantung sepenuhnya pada instruksi manusia.
Agentic AI sangat bermanfaat tapi juga pedang bermata dua. Kalau disalahgunakan, bisa berdampak pada PHK atau tergesernya tenaga manusia. Karena itu, penting mahasiswa memahami sisi peluang dan tantangan dalam menghadapi teknologi yang terus berkembang.
Bangun Ruang Jejaring Informasi
Penyelenggaraan program DSTC, lanjut Raphael, selalu terbuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nasional. Selain menargetkan pemahaman mendalam terkait AI, DSTC kini juga menjadi ruang berbagi informasi dan jejaring melalui grup DSTC Info. Grup itu dibuat sebagai kanal untuk menjalin relasi, berbagi materi seputar data dan info program ke depan, hingga kegiatan lain dari HIMATESDA.
Sebagai penutup, Raphael menyampaikan harapannya agar program itu dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif. 淜ami belajar banyak, terutama dalam menjalin kolaborasi eksternal. Semoga dengan adanya DSTC, banyak mahasiswa yang bisa belajar tentang data, AI, dan teknologi ke depan. Selain itu, terus memberi manfaat hingga bisa berlanjut ke DSTC ketiga dan seterusnya, pungkasnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Khefti Al Mawalia





