Apa yang melewatkanku, tidak akan pernah jadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku, – Umar bin Khattab
UNAIR NEWS – Perjalanan Indri Yuliani Hamdani dalam menyelesaikan studi magister akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Indri berhasil menyelesaikan masa studinya selama 1 tahun 11 bulan dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,96.Melalui hasil akhirnya yang sangat baik itu, Indri pun berhasil mengantongi tiket 51 (UNAIR) periode 244. Selain menyematkan gelar MFarm, Indri juga menyematkan gelar sebagai wisudawan terbaik Program S2 Fakultas Farmasi (FF) UNAIR.
Berbagai tantangan banyak dilaluinya selama masa studi magister. Indri mengaku studi S2 nya kali ini jauh cukup berat. Di samping menuntaskan target untuk menyelesaikan penelitian akhir tepat waktu. Ia harus menjalani praktek kuliah lapangan (PKL) di dua rumah sakit.Perjuanganya tentu cukup berat yang saya rasakan. Karena dari kurikulumnya itu kita ada praktek di RSUD Soetomo dan RS UNAIR selama dua semester. Nah, yang menantang itu gimana caranya kita harus menyusun timeline kita untuk penelitian akhir agar dilaksanakan tepat waktu, ujarnya.
Bangun Platform Belajar Farmasi
Selama masa studinya, Indri banyak mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan, mulai dari konferensi, pengabdian, dan PKL. Indri bersama rekan-rekannya juga membangun sebuah platform belajar daring bernama Berteman Masuk Apoteker.Saat ini saya menjadi salah satu staf pengajar online di salah satu platform edukasi yang saya bentuk bersama teman-teman saya, yaitu Berteman Masuk Apoteker, terangnya.
Karena umumnya, untuk dapat melanjutkan pendidikan profesi apoteker diadakan ujian tes masuk pada setiap institusi. Platform tersebut dibentuk untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan studi sarjana dan ingin lanjut profesi apoteker.Kita membantu untuk membimbing teman-teman yang baru lulus sarjana untuk mencari atau masuk ke pendidikan profesi apotek. Jadi kami membantu di bidang akademiknya, baik di bidang farmasi itu, TPA, TOEFL, dan lain-lain. Selain itu juga, kita suka ngadain pelatihan gratis, jelas Indri.
Rencana Ke Depan
Sebagai seorang apoteker klinis, Indri ingin mengaplikasikan keilmuannya di lapangan. Ia ingin memberikan kontribusinya di daerah asalnya, yakni Lampung. Ia mengaku berniat untuk menjadi seorang pengajar atau dosen. Selain itu, Indri juga berkeinginan untuk membuka bisnis apotek sendiri.
Saya ingin berkontribusi di daerah asal saya di Lampung, yaitu menjadi dosen. Kemudian saya ingin mendirikan bisnis apotek, jadi saya bisa menerapkan ilmu farmasi klinis yang sudah saya dapatkan di UNAIR. Jadi menerapkan prinsip-prinsip kefarmasian berdasarkan klinis di apotek, ujar Indri.
Penulis: Syifa Rahmadina
Editor: Yulia Rohmawati, S.Hum





