51动漫

51动漫 Official Website

Bantuan Kemanusiaan Tiongkok Ketika COVID-19: Studi Kasus Indonesia dari Perspektif Keamanan Manusia

Pemodelan dan Pengendalian Optimal COVID-19 dengan Komorbiditas dan Vaksinasi Booster di Indonesia
Ilustrasi COVID-19 (sumber: detik.com)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bantuan kemanusiaan Tiongkok memiliki peran penting bagi negara-negara yang terdampak, terutama negara-negara yang tergabung dalam Belt and Road Initiatives (BRI), seperti Indonesia. Bantuan ini diberikan, salah satunya sebagai respon terhadap penyebaran pandemi Covid-19 yang mencapai puncaknya pada tahun 2020 hingga awal 2022. Virus ini menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap keamanan manusia pada dekade ini karena telah menyebabkan banyak kasus kematian. Bantuan luar negeri Tiongkok selama ini dianggap hanya berfokus pada kepentingan bisnis, padahal bantuan ini juga memiliki dampak pada sisi kemanusiaan. Dalam konteks keamanan manusia, penyebaran penyakit menular seperti Covid-19 merupakan bagian dari krisis keamanan manusia yang menimbulkan banyak masalah termasuk gejolak ekonomi serta permasalahan sosial lainnya.

Pada sisi efektivitas, Tiongkok menyediakan bantuan alat-alat kesehatan, termasuk kerja sama vaksin Sinovac-Bio Farma yang memungkinkan produksi vaksin dan transfer teknologi di Indonesia. Sekaligus terdapat inisiatif pengembangan kapasitas sistem kesehatan dalam jangka panjang. Hal ini dinilai positif sebab tidak hanya mengurangi penyebaran virus tetapi juga memberdayakan Indonesia untuk memperkuat infrastruktur kesehatan publiknya dan mendorong ketahanan jangka panjang dalam menghadapi tantangan kesehatan global. Pada satu sisi, motivasi Tiongkok dalam memberikan bantuan kemanusiaan pada Indonesia, selain menegakkan norma keamanan manusia, juga menegaskan posisinya sebagai responsible great power dalam skala global. Dengan memanfaatkan kerja sama multilateral, bilateral, dan kemitraan publik-swasta, Tiongkok juga menunjukkan komitmennya untuk mengatasi tantangan kesehatan pada level global sekaligus membina hubungan yang lebih baik dengan Indonesia. Hal ini menjadi menarik ketika menggabungkan perspektif keamanan manusia dalam strategi bantuan luar negeri dengan tetap menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi krisis bersama.

Penulis: Nuke Faridha Wardhani, S.IP., MM.

Link jurnal:

AKSES CEPAT