UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di kancah global. Melalui gelaran Festival Data Sekunder 2026, para akademisi diajak untuk menggali potensi besar di balik data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sebagai bahan baku riset internasional yang kredibel.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof Dr Ratna Dwi Wulandari SKM MKes yang merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat dari 51动漫. Dalam sesi yang berlangsung secara daring tersebut, beliau memaparkan materi bertajuk 淧emanfaatan Data Sekunder Bersumber dari SKI untuk Publikasi Internasional.
Potensi Strategis Data SKI
Dalam pemaparannya, Prof Ratna menekankan bahwa data SKI bukan sekadar kumpulan angka. SKI adalah aset strategis bagi peneliti untuk memotret kondisi kesehatan masyarakat Indonesia secara makro. Data ini memiliki keunggulan pada cakupan wilayah yang luas dan metodologi survei yang terstandar secara nasional.
淧emanfaatan data sekunder yang bersumber dari SKI ini memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa menembus publikasi internasional bereputasi, ujar Prof Ratna saat menjelaskan potensi data tersebut di hadapan para peserta webinar.
Tahapan Transformasi Data Menjadi Naskah Ilmiah
Lebih lanjut, Prof Ratna menjelaskan bahwa tantangan utama peneliti terlatak pada bagaimana mengolah data tersebut agar memiliki nilai kebaruan (novelty) bagi editor jurnal internasional. Ia menyarankan para peneliti untuk melakukan analisis korelasi yang mendalam dan mengaitkannya dengan kebijakan kesehatan terkini.
Ia menekankan bahwa ketelitian dalam pemilihan variabel sangat menentukan kualitas akhir artikel. “Kita harus jeli melihat variabel-variabel di dalam SKI. Variabel itu bisa kita kaitkan untuk menjawab isu-isu kesehatan yang sedang menjadi tren di tingkat global,” tambahnya.
Mendorong Budaya Publikasi Berkualitas
Melalui festival ini, FKM UNAIR berharap minat peneliti untuk menggunakan data sekunder semakin meningkat. Hal ini mengingat efisiensi waktu dan tenaga yang ditawarkan dibandingkan dengan pengambilan data primer. Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi interaktif bagi mahasiswa dan dosen dalam mengatasi kendala teknis saat melakukan analisis data yang kompleks.
Sebagai penutup, Prof Ratna memotivasi para peserta untuk tidak ragu memulai penulisan. 淒engan metodologi yang tepat dan pembingkaian masalah yang kuat, data sekunder Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata bagi literatur kesehatan dunia, pungkasnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





