UNAIR NEWS – Untuk mewadahi mahasiswa yang ingin melatih kemampuan berdiplomasi dan bernegosiasi di tingkat global, 51动漫 memiliki sebuah komunitas bernama Airlangga ModelUnited Nation (AIRMUN) Club. Tiap tahunnya, ada banyak ajang MUN yang bisa diikuti oleh mahasiswa UNAIR. Namun, anggota AIRMUN Club sendiri hanya mengadakan seleksi bagi mahasiswa UNAIR yang ingin mengikuti Harvard National Model United Nations (HNMUN), Harvard World Model United Nations (WMUN), dan Asia-Pacific Model United Nations Conference (AMUNC).
Kini, para anggota AIRMUN Club ingin mengubah bentuk dari komunitas menjadi unit kegiatan mahasiswa (UKM). Tujuannya agar komunitas yang dipimpinnya ini memiliki legitimasi di hadapan sivitas akademika UNAIR lainnya, termasuk Direktorat Kemahasiswaan. Pernyataan itu disampaikan oleh Ni Putu Indah Maharani selaku Ketua AIRMUN Club tahun 2016.
淎IRMUN Club selama ini juga agak mengalami kesusahan dana karena klub ini bukanlah sebuah organisasi yang memiliki surat keputusan. Sayang kalau tidak dibikin sebagai UKM. Klub ini sebenarnya tidak hanya mewadahi teman-teman yang ingin mengikuti MUN saja, tetapi juga mengakomodasi mereka-mereka yang ingin melatih skill seperti negosiasi dan berbahasa Inggris, tutur mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional (HI) FISIP UNAIR yang akrab disapa Rani ini.
Rani ingin agar AIRMUN Club memiliki keanggotaan yang beragam. Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari program studi selain Ilmu HI juga membutuhkan kemampuan untuk berbicara di depan publik dan menguasai bahasa Inggris. Jadi, menurutnya, tak masalah apabila ada mahasiswa yang ingin bergabung dengan AIRMUN Club tapi tidak berminat mengikuti ajang MUN.
Rani percaya bahwa komunitas yang kini tengah dipimpinnya mampu mengharumkan nama UNAIR di kancah internasional.
淯NAIR katanya mau World Class University. Jadi, kalau kita (mahasiswa, -red) bisa berpartisipasi dalam ajang tersebut, mengapa tidak?, tuturnya.
Rencananya, pada April 2016 nanti komunitas AIRMUN Club akan mengadakan rekrutmen anggota dan mengadakan roadshow ke semua fakultas untuk menarik minat mahasiswa UNAIR serta mengenalkan tentang profil klub.
淢ungkin orang berpikir kalau MUN itu hanya ranahnya mahasiswa HI. Padahal tidak. Di PBB sendiri ada banyak komite, misalnya WHO (World Health Organization) yang menangani masalah kesehatan. Itu, kan, cocok buat mahasiswa Fakultas Kedokteran. Ada juga UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization). Sebenarnya, yang paling penting adalah kita bisa belajar public speaking. Profesi apapun pasti membutuhkan skill itu. Itu semua bisa kita training di AIRMUN Club, ujar Rani.
Pernyataan Rani itu diamini oleh Citra Hennida, staf pengajar Departemen HI FISIP UNAIR. Citra juga kerap berkiprah membina mahasiswa UNAIR yang akan berangkat ke ajang MUN. Citra menekankan bahwa AIRMUN Club tidak hanya menekankan soal ajang MUN, tetapi beragam softskill yang bisa dipelajari di komunitas itu.
淧erlu diingat bahwa di AIRMUN ini, kita tidak menekankan tentang MUN, tetapi bagaimana kita membekali mahasiswa itu dengan softskill yang khususnya dalam bahasa Inggris. Apalagi sekarang, kan, era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Mau anak teknik, atau apapun, kalau dia sedang berjualan, dia butuh kemampuan berbicara yang bagus, dan percaya diri. Nah, dengan bergabung di AIRMUN, kita coba pupuk hal-hal yang seperti itu, tutur Citra. (*)
Penulis: Defrina Sukma S.
Editor: Binti Q. Masruroh





