51动漫

51动漫 Official Website

BATTRA UNAIR Ramaikan Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia Bersama PIK POTADS JATIM

Penyerahan sertifikat oleh panitia kepada Myrna Adianti SSi MSi PhD (lima dari kanan) bersama mahasiswa D4 Battra UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) turut berpartisipasi dalam agenda peringatan Hari Down Syndrome Sedunia, Minggu (19/3/2023). Acara ini diadakan oleh Pusat Informasi dan Kegiatan (PIK) Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Jawa Timur bertempat di Gedung Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur.

Dosen Battra UNAIR Myrna Adianti SSi MSi PhD menjadi narasumber dalam sesi bincang santai. Myrna memaparkan pemanfaatan tanaman obat keluarga atau disingkat toga sebagai obat herbal yang dapat dikonsumsi anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Ia menambahkan, kriteria pemanfaatan tanaman obat yang baik adalah aman, terbukti memiliki manfaat, dan diberikan sesuai dosis. Menurutnya, pemanfaatan herbal berkhasiat untuk upaya promotif, preventif, bahkan kuratif.

淢isalnya saja, tanaman temu hitam dan daun kelor untuk mendorong nafsu makan anak. Temulawak bisa atasi letih lesu, lalu ada kunyit yang berguna meredakan sakit pinggang, imbuh Myrna.

Selain herbal, ia juga mengenalkan akupresur sebagai metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada tubuh tertentu. Teknik pijat ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh seperti mengatasi gangguan sistem pencernaan, meningkatkan imun, serta indeks massa tubuh.

淭eknik akupresur cukup ditekan sebanyak 30 kali hitungan pada titik konsentrasi sampai terasa ngilu. Lakukan satu hingga dua kali sehari menggunakan jari tangan kita, telapak tangan, siku, atau pakai alat bantu yang berujung tumpul, jelasnya.

Demo Akupresur dengan Mahasiswa BATTRA

Setelah sesi materi, Myrna melibatkan delapan mahasiswa BATTRA UNAIR yang terdiri dari angkatan 2020 dan 2021 untuk mempraktikkan akupresur secara langsung kepada tamu undangan. Ayu Amaliya Salsabillah, salah satu mahasiswa dalam demo tersebut mengaku senang dapat berkontribusi pada acara peringatan Hari Down Syndrome Dunia yang jatuh setiap tanggal 21 Maret.

淪enang bisa turut serta karena banyak pelajaran yang didapatkan. Orang tua sampai panitianya excited banget sama materi akupresur ini, bahkan nggak cuma tanya penanganan untuk anak DS (down syndrome, red) tapi juga untuk orang tuanya sendiri, tutur mahasiswi yang akrab disapa Salsa itu.

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT